| | Akhirnya Aku Bisa Mengampuni Ayah Tiriku |
| - Jawaban.com - View: 5240 times Ernawati melalui masa kecilnya dengan penuh kebahagiaan. Orangtuanya memberi kasih sayang yang membuatnya merasa damai. Tapi menginjak usia 4 tahun, ayah dan ibu kandungnya mulai sering terlihat bertengkar dengan hebat. Kadang ia dan adiknya hanya bisa menyaksikan pertengkaran kedua orangtuanya dari dalam kamar sambil menangis. Pada saat itu Ernawati tidak tahu apa yang mereka ributkan, kedua orang tuanya saling mengeluarkan kata-kata makian yang begitu kasar tanpa diketahui masalah sebenarnya. "Saya dan adik saya hanya bisa menangis di dalam kamar sambil menyaksikan pertengkaran yang hebat itu," ungkapnya. "Pada suatu malam setelah mereka selesai bertengkar, ayah kandung saya menghilang entah ke mana dan meninggalkan kami. Kemudian esok paginya saya dan adik saya di titipkan ibu ke rumah saudara kami." Karena ayah kandung saya tidak pernah kembali ke rumah, mama akhirnya menikah lagi. Dan kami pun akhirnya memiliki seorang ayah tiri. Di awal-awal pernikahan, mama dan ayah tiri memang kelihatan baik. "Bahkan saya dan adik saya saat itu begitu diperhatikan," Ujar Ernawati. Tetapi lama kelamaan semuanya berubah 180 derajat. Ketika usia saya sudah 8 tahun, kebrutalan ayah tiri saya semakin menggila. Tiap hari saya dan adik saya sering dipukul dengan kayu dan gesper tanpa sebab yang jelas. Kejadian ini terus berlanjut sampai saya duduk di bangku kelas 2 SMA. "Kalau ayah tiri saya sudah mabuk, maka yang menjadi sasaran adalah saya. Badan saya ini dijadikannya sasaran kemarahannya." Ibu Ernawati bukannya tidak pernah tahu bahwa anak-anaknya sering dipukuli oleh suaminya itu. Ernawati pernah bercerita pada sang ibu, tapi dia hanya bisa diam saja. Hal itu terjadi karena ia pun takut dan sering menjadi sasaran pukulan suaminya. "Sakit sekali hatiku, kenapa ada ayah tiri seperti ini, aku benci ayah tiriku," Ujar Ernawati sambil menangis. Perlakuan kasar yang sudah menjurus kepada penyiksaan dan sering dialaminya itu akhirnya membawa Ernawati kepada suatu kebencian yang mendalam dan membuatnya menahan dendam terhadap ayah tirinya, "Saya diperlakukan seperti binatang, padahal usia saya masih kecil, bagaimana saya dapat memaafkannya," Ernawati menambahkan. Kebencian dalam hatinya tidak tertahankan lagi, membunuh ayah tirinya adalah satu-satunya hal yang terlintas di benaknya. Hingga suatu hari waktu yang dinantikan itu tiba di depan matanya. "Suatu malam, saya mempersiapkan semuanya, sebuah pisau saya taruh di samping tempat tidur dan saya tinggal menunggu ayah tiri saya pulang ." Ketika ayah tirinya tiba di rumah dalam keadaan mabuk, segera ia keluarkan pisau yang sudah disiapkan, tetapi tiba-tiba ia seperti mendengar ada suara yang mengatakan, "Jangan membunuhnya." Hal itu berlalu bersama waktu, namun niat untuk membunuh sang ayah tidak berhenti sampai di sana. Amarah dan kebencian yang mendalam membuat Ernawati berencana untuk menghabisi nyawa ayahnya untuk kedua kalinya. "Suatu pagi saya berencana menghabisi nyawa ayah tiri saya dengan menaruh racun pada kopi yang saya buat. Karena setiap pagi seperti biasa saya yang menyediakan kopi untuknya." Tetapi entah kenapa, ayah tirinya tiba-tiba hari itu tidak minum kopi yang telah dibuatkan untuknya, tetapi ia malah membuat kopi sendiri. Maka rencana Ernawati untuk menghabisi nyawa ayahnya kembali gagal lagi. Karena rencananya tidak pernah berhasil, Ernawati menjadi putus asa. Ia mencoba untuk bunuh diri dengan cara terjun ke kali dari atas sebuah jembatan, karena semua kepahitan dan keputusasaan yang dirasakannya itu. "Aku ingin mati saja Tuhan, aku sudah tidak tahan hidup dengan ayah tiri yang suka mabuk dan memukuliku dengan kasar," ujar nya sambi menangis di pinggir jembatan. Sebelum ia melompat ke dalam kali, tiba-tiba ia kembali mendengar suatu suara yang begitu jelas berkata padanya, "Jangan bunuh diri anakku, Aku mengasihimu." Namun waktu itu, ia tidak tahu suara siapa itu. Setelah kejadian itu Ernawati benar-benar pasrah kepada Tuhan, ia berkata, "Apa lagi Kembali suara yang sering muncul pada saat tak terduga itu didengarnya, "Anak-Ku, Aku mengasihimu, asal engkau percaya kepada-Ku, maka percayalah mujizat akan terjadi." Saat itulah Ernawati berdoa kepada Tuhan, memohon Tuhan memberikan perubahan kepada keluarganya dan pertobatan atas ayah tirinya. Suatu hari Ernawati diajak seorang temannya untuk mengikuti sebuah acara rohani. Dari situlah Ernawati mengawali pemulihan atas dirinya. Dalam acara tersebut ia menangis saat mengingat masa lalunya yang begitu menderita karena perbuatan ayah tirinya. Rasa sakit hati yang ia rasakan membuatnya begitu hancur hati. Hari itu ia dibimbing oleh seorang hamba Tuhan untuk melepaskan pengampunan kepada ayah tirinya. "Hamba Tuhan itu berkata, "Kalau kamu tidak mau mengampuni ayah tirimu, maka keluargamu tidak akan pernah berubah." Saat itu aku merasakan jamahan Tuhan yang sangat kuat dan aku berjanji kepada Tuhan untuk mengampuni ayah tiriku." Dengan melepaskan pengampunan pada ayah tirinya, segala akar kebencian yang sudah ada bertahun-tahun mulai dipulihkan oleh Tuhan dan Ernawati menjadi pribadi yang baru dan merdeka. (Kisah ini ditayangkan 11 Maret 2010 dalam acara Solusi Life di O'channel) Sumber Kesaksian: Ernawati | |
Jumat, 12 Maret 2010
Akhirnya Aku Bisa Mengampuni Ayah Tiriku
Pengakuan dan Penyucian
Pengakuan dan Penyucian | |
- Jawaban.com - View: 1785 times I Yohanes 1:9 "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." Corrie Ten Boom menceritakan kisah tentang seorang gadis kecil yang memecahkan salah satu cangkir kesayangan ibunya. Gadis kecil itu mendatangi ibunya sambil terisak, "Oh, Ibu, aku sangat menyesal telah memecahkan cangkirmu yang indah." Kali ini ibunya menjawab dengan tegas, "Ambil potongan-potongan itu dan masukkan kembali ke tempat sampah. Jangan bertindak bodoh dengan mengambilnya lagi. Ibu sudah bilang Ibu memaafkanmu, jadi jangan menangis lagi..." Jangan terus berpegang pada perasaan bersalah Anda. Jika Anda sudah mengakui dosa-dosa Anda pada Kristus itu berarti Dia sudah mengampuni dan menyingkirkan dosa-dosa Anda selamanya. Kematian Yesus telah membuat hidup kita yang awalnya berlumur dosa berubah menjadi bersih tak bernoda. Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia | |
Rabu, 03 Maret 2010
Menguak Tipe Pria yang Tak Pernah Selingkuh
VIVAnews - Berdasarkan sebuah penelitian, pria yang tergolong cerdas cenderung tidak akan mengkhianati pasangan mereka. Ini merupakan hasil sebuah analisis baru yang menunjukkan tren sosial.
Peneliti di sebuah universitas di Inggris menemukan, pria dengan IQ lebih tinggi akan lebih setia pada pasangannya dan selalu menjunjung tinggi nilai monogami dibandingkan pria lain yang IQ-nya tergolong rendah.
Namun, dari hasil penelitian ini, hubungan antara moralitas seksual konvensional dan intelektualitas tidak tercermin pada wanita. Para peneliti tidak menemukan bukti bahwa wanita yang IQ-nya lebih tinggi memiliki sikap sama seperti pria cerdas dengan IQ tinggi.
Pola-pola kesetiaan justru hanya ditemukan dalam diri pria yang diteliti oleh Dr. Satoshi Kanazawa dari London School of Economics pada jurnal yang dipublikasikan di 'Psikologi Sosial Quarterly' edisi Maret.
Sebagai bagian dari studi, Dr. Kanazawa menganalisis dua survei utama AS yang dipastikan sikap sosial dan IQ dari ribuan remaja dan orang dewasa.
Dia menyimpulkan: "Sebagai analisis empiris menunjukkan, pria yang lebih cerdas cenderung lebih monogami dan selalu menjunjung nilai eksklusivitas seksual dibandingkan dengan pria kurang cerdas alias ber-IQ rendah."
Dr. Kanazawa juga mengklaim, korelasi antara kecerdasan dan monogami pada pria memiliki asal-usul dalam perkembangan evolusioner. Menurutnya, eksklusivitas seksual adalah sebuah "evolusi novel" kualitas yang bermanfaat bagi orang-orang di zaman purba, yang diprogram untuk mengetahui tingkat kesetiaan seseorang.
Dunia modern tidak lagi menganugerahkan keuntungan evolusioner untuk orang-orang yang memiliki beberapa mitra seksual, tetapi hanya orang-orang cerdas yang mampu melepaskan beban psikologis spesies mereka dan mengadopsi cara-cara baru berperilaku.
Berdasrkan studi ini "evolusi novel" merupakan kualitas yang lebih umum di kalangan orang-orang dari kecerdasan yang lebih tinggi.
Sabtu, 27 Februari 2010
4 Sinyal Pasangan Kecanduan Seks
VIVAnews - Kecanduan seks adalah kecanduan yang sulit diketahui, tetapi bukan berarti tidak bisa dikenali. Meskipun ada sebagian orang yang menganggap bahwa kecanduan seks adalah "pembenaran" dari perselingkuhan, sebenarnya kecanduan tersebut harus segera diatasi. Jika dibiarkan, tentu saja akan berdampak negatif baik secara fisik maupun psikis baik bagi yang mengalaminya maupun pasangan.
Ketahui 4 tanda seseorang kecanduan seks agar segera bisa menjalani terapi yang tepat.
1. Berjam-jam di internet
Berlama-lama di depan internet memang tidak selalu menjadi pertanda bahwa seseorang kecanduan seks. Bisa jadi malah kecanduan internet atau gila kerja. Untuk membedakannya adalah dengan melihat situs-situs apa yang dibukanya. Jika pasangan sering membuka situs porno berjam-jam dan mengacuhkan Anda, sebaiknya hati-hati. Membuka situs porno adalah hal
wajar tetapi jika terlalu sering bisa merusak hubungan.
2. Tidak bisa mengontrol
Saat berhubungan atau melihat film porno, ia sulit berhenti. Meskipun mata dan tubuhnya sudah tampak lelah. Ketidakmampuan untuk mengontrol sebuah keinginan adalah gejala dasar dari sebuah kecanduan.
3. Hasrat yang berlebihan
Ketidakmampuan seseorang untuk mengontrol keinginannya untuk berhubungan seksual membuat hasratnya terlihat berlebihan. Hal ini bisa dilihat saat Anda menghabiskan waktu bersamanya di tempat ramai, tiba-tiba hasrat seksualnya muncul. Hal ini terjadi berkali-kali.
4. Berselingkuh berkali-kali
Perselingkuhan yang dilakukannya bisa menjadi pertanda. Tetapi, bedakan dengan dia memang tidak setia dengan kecanduan seks. Jika pasangan berselingkuh berkali-kali dan hanya untuk alasan seks, sebaiknya segera anjurkan dia untuk berkonsultasi dengan seksolog.