Rabu, 02 Februari 2011
4 Prinsip Untuk Melipatgandakan Investasi Anda
4 Prinsip Untuk Melipatgandakan Investasi Anda
MONDAY, 17 JANUARY 2011
Total View : 791 times
Dalam perumpamaan tentang talenta yang Yesus ceritakan, para hamba yang mengerjakan bagiannya atas talenta yang dipercayakan kepadanya menghasilkan dua kali lipat dari nilai talenta yang mereka dapatkan. Namun hamba yang hanya mengubur talentanya, mendapatkan hukuman dari tuannya. Dari cerita ini, Yesus mengajarkan bahwa kita harus belajar prinsip investasi dalam mengelola apa yang dipercayakan dalam hidup kita. Tuhan ingin agar aset yang Ia percayakan kepada kita bertumbuh baik dalam nilai maupun kegunaannya.
Jadi apa yang menjadi panduan dalam berinvestasi? Salah satu konsep yang umum di dalam Alkitab adalah : Pertanian. Pikirkan hal ini: Anda mengolah tanahnya, tabur benihnya, sirami dan tuailah apa yang Anda investasikan, dan biasanya benih yang Anda tanam menghasilkan tuaian berkali-kali lipat bagi Anda.
Alkitab seringkali menggunakan referensi tentang pertanian untuk menuntun kita hidup dalam nilai-nilai Kerajaan Allah. Dari hal tersebut, ada empat hukum Alkitabiah tentang investasi:
1. Anda menuai apa yang Anda tabur. Apa yang Anda tuai, baik jenis atau porsinya sesuai dengan apa yang Anda tabur.
Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. (Galatia 6:7-8).
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. (2 Korintus 9:6).
2. Ada musim untuk segala yang harus dilakukan. Tuhan selalu menyediakan kesempatan, tapi jika kita gagal bertindak “ketika musimnya tiba” maka kesempatan itu akan tertutup selamanya.
Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa. (Amsal 20:4).
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. (Pengkotbah 3:1).
3. Kesabaran dibutuhkan dan akan membuahkan hasil. Kita harus memiliki pola pikir jangka panjang, membendung keinginan daging untuk mencapai kepuasan secara instant.
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (Galatia 6:9).
Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! (Yakobus 5:7-8).
4. Tuhan adalah Allah atas tuaian. Kita harus setia dalam menabur, menyiangi dan menuai, tetapi hanya Tuhan yang mengendalikan hasil akhir dari investasi kita. Mengakui bahwa Allah yang menentukan hasil akhirnya adalah kunci untuk menikmati kepuasan hidup yang sejati.
Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. (I Korintus 3:6-7).
Paulus menulis di ayat ke 8 “..dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.” Tuhan akan memberi kita upah yang sesuai atas investasi kita, namun upah abadi kita tidak akan berdasarkan pencapaian kita tentunya, tetapi berdasarkan kesetiaan kita dalam mengelola aset yang Tuhan berikan.
Apakah Anda mengalami empat hukum diatas dalam hidup Anda? Alamilah dan nikmati kelimpahan yang Tuhan akan berikan dalam hidup Anda.
Source : .lifestewardshipblog.com
Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Investasi
Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Investasi
MONDAY, 31 JANUARY 2011
Total View : 371 times
Tidak pernah ada kata terlambat atau tidak mungkin untuk melakukan investasi. Seperti apapun keadaan finansial orangtua yang membesarkan Anda, tidak menentukan masa depan Anda. Jika Anda memulai investasi seawal mungkin, maka Anda pasti bisa menikmati masa tua Anda dalam keadaan lebih makmur daripada orangtua Anda.
Pada prinsipnya, investasi adalah bagaimana membuat uang yang Anda simpan terus bertumbuh. Bagaimanya caranya?
- Idealnya, Anda minimal menginvestasikan 10-15 % penghasilan Anda tiap bulan. Untuk menentukan jangka waktu investasi Anda bisa tentukan dari tujuan investasi itu sendiri. Contohnya, untuk orangtua yang mempersiapkan pendidikan anak, maka jangka waktunya bisa 10 tahun (untuk anak usia dibawah 8 tahun). Atau untuk Anda yang berencana membeli rumah, hal ini membutuhkan waktu selama 5 tahun dengan nominal tertentu.
- Pilihlah instrument investasi berdasarkan jangka waktu yang telah Anda targetkan. Jika target waktu Anda satu tahun, maka Anda butuh investasi yang likuid namun menguntungkan. Anda bisa mengkombinasi antara Reksa Dana Pasar Uang dan deposito. Tetapi jika jangka panjang, contohnya 10 atau 15 tahun maka Anda bisa memilih Reksa Dana Saham ataupun langsung membeli saham.
- Pastikan uang yang Anda investasikan di luar dana cadangan darurat yang besarannya antara 3 hingga 6 bulan penghasilan Anda. Ingatlah bahwa investasi dalam bentuk apapun memiliki resiko, hal inilah yang perlu Anda pertimbangkan dengan baik berdasarkan tujuan investasi tersebut.
- Jangan menaruh investasi Anda dalam satu keranjang. Ini adalah sebuah nasihat klasik namun penting. Hal ini bertujuan untuk mencegah hilangnya investasi Anda dalam satu waktu yang disebut manajemen resiko.
- Lakukan proteksi antas aset finansial Anda dengan membeli asuransi jiwa tanpa ada unsur tabungan atau investasi. Alasannya, jika Anda menghitung dengan cermat biaya yang disertakan dalam asuransi yang berikut investasi, biayanya akan terlebih besar.
Satu hal yang terpenting dalam melakukan investasi adalah menentukan tujuan, untuk apa investasi tersebut. Pastikan bahwa motivasi Anda benar, bukan karena ketamakan atau ketakutan, namun lakukanlah investasi seperti yang Yusuf lakukan, untuk memelihara hidup banyak orang ketika mereka membutuhkan. Dalam hal ini termasuk memelihara kehidupan keluarga Anda agar mereka tidak berkekurangan.
Source : Berbagai sumber
Langganan:
Postingan (Atom)