Sabtu, 02 April 2011

Kilang Cilacap Terbakar

Editor: Hertanto Soebijoto
Sabtu, 2 April 2011 | 09:38 WIB


 

CILACAP, KOMPAS.com - Kebakaran yang terjadi di Komplek Pertamina Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (2/4/2011) sekitar pukul 04.30 WIB tidak berbuntut pada penghentian dan terganggunya operasi Kilang.
Hal ini dipastikan VP Corporate Communication Pertamina, M Harun, saat dimintai konfirmasi Tribunnews.com, Sabtu pagi.
"Sistem kita di lokasi langsung jalan. Saat kebakaran langsung kita blokade, lokalisir aliran agar api tidak menyebar luas. Sehingga kilang tetap beroperasi seperti biasanya," jelasnya.
Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, terjadi kebakaran di salah satu tangki premium di kompleks Pertamina Cilacap. Upaya pemadaman pun terus digencarkan petugas di lapangan.
Menurut keterangannya, hingga kini belum ada laporan jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka akibat kebakaran pagi ini.
"Kami akan melakukan investigasi menyeluruh atas kejadian ini untuk mencari sebab-sebab kebakaran dan kerugian," jelasnya. 

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Jumat, 01 April 2011

Umat Kristen Malaysia Kembali Pertanyakan Pemerintah

detail_img

THURSDAY, 31 MARCH 2011

Total View : 303 times

Beberapa waktu yang lalu diberitakan bahwa Alkitab berbahasa Malaysia sudah akan dibebaskan oleh pemerintahan Malaysia. Namun, sepertinya bukan sekarang. Permasalahan itu sepertinya masih ada. Larangan menggunakan kata ‘Allah’ sepertinya masih terus berlanjut. Sampai saat ini, larangan ini masih dibahas di pengadilan. Kitab itu sendiri sebenarnya diperbolehkan beredar oleh pemerintah namun dengan syarat yang diajukan.
Pemerintah Malaysia menawarkan agar Injil itu dapat digunakan bila pada sampulnya bertuliskan “Khusus untuk Umat Kristen”, sekaligus mencantumkan nomor seri dan stempel khusus. Namun hal ini dinilai sebagai sebuah tindakan diskriminatif dan dianggap telah mencemarkan kitab suci umat Kristen.
“Kami mendesak pemerintah untuk membatalkan semua aturan yang melarang publikasi, distribusi, dan penggunaan Injil. Kami juga meminta pemerintah untuk membela dan mengamankan hak kami untuk menggunakan Alkitab,” pernyataan Federasi Kristen Malaysia seperti dikutip Associated Press, Kamis (31/3).
Umat Kristen Malaysia mengatakan kata Allah berasal dari kata Arab yang mereferensi pada Tuhan. Kata ini sudah digunakan oleh umat Islam dan Kristen di Malaysia sejak berabad-abad lalu. Sementara pemerintah berupaya untuk mempermudah gesekan agama atas pernyitaan Alkitab, juga berusaha untuk meyakinkan umat Islam bahwa kepentingan mereka tidak akan rusak dalam kasus pengadilan yang sedang berlangsung tentang apakah non-Muslim memiliki hak untuk menggunakan kata ‘Allah’.
Kasus penggunaan kata ‘Allah’ ini sudah berlangsung selama dua tahun tapi tetap tidak ada penyelesaian. Tidak seharusnya permasalahan ini ada karena kata apa saja bisa dipakai oleh siapa saja selama dia bisa menggunakannya. Kapankah masyarakat Kristen bisa menerima Alkitab dalam bahasa mereka sendiri?

Source : berbagai sumber/lh3

Alkitab Era Teknologi Bernama Facebook

detail_img

SATURDAY, 19 MARCH 2011

Total View : 759 times

Jaman yang semakin luas oleh perkembangan teknologi nampaknya tidak disadari bersama bahwa hal tersebut bermakna bahwa perkembangan itu malah mempersempit kesempatan dan kreativitas jika kita sebagai pribadi Kristen tidak mempunyai pengaruh yang berarti dalam mengontrol kehidupan ini. Tiap individu Kristen terlebih gereja wajib mempunyai pengaruh dan otoritas untuk memperlengkapi jemaatnya.
Setidaknya hal itu diterangkan oleh Pdt. Jimmy Oentoro yang membuka refleksi pagi dengan tema “Pengaruh Nilai-nilai Kristiani bagi Kesejahteraan Bangsa” pada Musyawarah Nasional MUNAS X PGLII, memasuki hari ke-3 di Golden Boutique Hotel Jakarta Kamis (17/03). Menurut Gembala Senior di IFGF GISI Keluarga Allah ini, untuk memberi pengaruh nilai Kristen di Indonesia maka setiap pemimpin/seorang Kristen/gereja harus memiliki integritas. “Memberi pengaruh tidak bisa hanya dengan doa dan puasa, namun gereja sudah harus mulai memikirkan beberapa strategi penting,” tambah Pendiri dan ketua World Harvest ini pasti.
Pertama, bukan hanya memakai otot namun otak. Kedua, bukan hanya mengandalkan mimbar namun media. Ketiga, mengubah sistem birokrasi menjadi delegasi. Keempat, tidak hanya mementingkan pengetahuan namun harus ada pemuridan. Kelima, Asumsi beranjak menjadi apologetika serta mengandalkan kuasa Roh Kudus.
Dalam cermatannya, Jimmy menemukan ada 5.000 pendidikan Kristen di Indonesia, namun hanya 30% yang layak dibanggakan, namun sisa 70% mengecewakan. Tak lupa dengan nada pedih, Jimmy mengungkap fakta, bahwa “Alkitab generasi saat ini adalah Facebook. Ini adalah goncangan dan ancaman yang harus semakin diwaspadai dan ditindaklanjuti oleh gereja,” tandas Pendeta asal semarang ini penuh tendensi.
Catatan Jimmy dipertegas oleh presentasi Mark Mclendon, penggagas Anak Bersinar Bangsa Gemilang (ABBG). Presentasi ini mengungkap data dan fakta, jika gereja tidak tanggap maka akan kehilangan generasi masa kini. “Gereja harus berubah untuk diperlengkapi dan siap diutus di bangsa ini”, cermat Mark.
Memikirkan generasi masa kini untuk mencintai kebenaran diatas segala-galanya, saat facebook, tweeter, google, atau sarana internet lainnya yang semakin mudah dan cepat melayani bahkan memuridkan kebutuhan generasi milenium ini. ABBG menggerakkan setiap pemimpin gereja untuk mulai memikirkan pelayanan kepada anak. Terlalu banyak pelayanan yang berorientasi kepada orang dewasa, sehingga sangat kecil presentasi keseriusan untuk menggarap dan memikirkan pelayanan anak. Karena itulah saatnya bergerak untuk pelayanan anak, kalau tidak akan kehilangan generasi masa kini.

Source : reformata/ DP

Kristen Malaysia akan "Musiumkan" 5000 Alkitab

detail_img

FRIDAY, 01 APRIL 2011

Total View : 28 times

Akibat 5.000 alkitab yang telah dibubuhi stempel kementerian dalam negeri Malaysia dianggap menodai umat Kristen sehingga tidak dapat diperjualbelikan, maka sejumlah pemuka agama Kristen di Malaysia mengatakan 5.000 Injil yang telah dibubuhi stempel Depdagri akan disimpan sebagai "benda musium" untuk mengingatkan akan pergumulan yang dialami oleh warga Kristen.
Masyarakat Injil Malaysia, yang mengimpor dan menyalurkan Alkitab, mengatakan telah mengambil sebagian dari Injil yang sebelumnya ditahan dan kemudian dibubuhi stempel. "Sebaliknya, Injil-injil itu akan disimpan sebagai benda musium dan sebagai warisan bagi Gereja Kristen di Malaysia," kata Sekjen Masyarakat Injil Malaysia, Simon Wong.
Seperti diberitakan sebelumnya sengketa terjadi karena Alkitab impor mengggunakan kata Allah untuk merujuk Tuhan dan pemerintah berpandangan kata itu hanya boleh digunakan oleh agama mayoritas disana. Pemerintah melarang penggunaan kata Allah di semua naskah tertulis non-Muslim. Oleh karena itu, pihak bea dan cukai menahan ribuan Alkitab impor dan baru melepaskan Injil-injil tersebut awal bulan ini setelah berbagai pemuka agama Kristen menyatakan kemarahan atas tindakan pemerintah.
Akan tetapi sejumlah pemuka agama Kristen murka besar ketika mendapati Alkitab itu telah dibubuhi stempel dan nomer seri departemen dalam negeri Malaysia dengan bunyi "Hanya untuk Orang Kristen Saja". Mereka menyamakan tindakan yang diambil pemerintah sama dengan penodaan.

Source : BBC/DPT