ISLAMTOLERAN.COM- Ahok sedang menghitung-hitung
manfaat dana siluman sebesar Rp 12,1 triliun, dalam benaknya segera
terobsesi untuk membangun Lapas bertaraf Internasional yang dilengkapi
dengan semua fasilitas penunjang kebutuhan hidup modern, semua fasilitas
tersedia disana, bak sebuah Istana, memang sesungguhnya akan dibuatkan
sebuah Istana Lapas.
Dari hasil rancang bangun AHok, lapas ini diperuntukan khusus untuk
para koruptor yang berasal dari DPRD DKI, lalu apa saja yang dapat kita
ketahui tentang obsesi AHok untuk pembangunan Istana lapas itu. Sebuah
Istana Lapas yang menempati wilayah sangat luas, akan tetapi akan dibuat
terisolasi dari dunia luar, terpisah dengan dunia terang.
Hebaaat ide yang cemerlang yang dibuat Ahok. Istana Lapas, berada
dalam jarak yang jauh, jauh sekali dengan dunia yang kita diami saat
ini. Jarak yang jauh artinya mereka tak dapat berkomunikasi dengan hati,
karena mereka sudah kehilangan hati, sudah kehilangan nurani.
Mereka dibuat selalu berada di dalam Istana yang merupakan dunia
gelap. Wilayahnyapun khusus tak sembarang manusia dapat masuk
kedalamnya. Lalu Ahok dengan Dana sebesar Rp 21,1 Triliun caranya
sengaja ingin menginak bobokan penghuni Istana lapas yang sekarang sudah
menjadi alam yang serba gelap pada diri mereka.
Didalam Istana Lapas itu tak ada penerangan satu buah lampupun,
karena lampu yang ada telah mereka matikan untuk selamanya, yaitu lampu
mata hati. Lampu Mata Hati atau lampu hati nurani akan mati dengan
sendirinya ketika para pemilik lampu memakan harta haram. Harta haram
yang diperoleh dengan cara merampok uang negara atau uang rakyat.
Kini para perampok masih hidup bebas, mempermainkan APBD dengan
kekuasaan politik di DPR secara berjamaah, saat sekarang sedang bersuka
ria menikmati dana siluman hasil jarahan uang rakyat. Calon penghuni
Istana lapas Ciangir, tidak lain adalah para anggota DPRD yang rakus
pemakan harta haram.
Mereka terdiri atas para rajanya dana siluman yang sudah
bertahun-tahun mengatur menginterogasi, memaksa, SKPD-SKPD, agar
memasukan usulan-usulan bermacam titipan item anggaran sehingga
prioritas anggaran menjadi terbengkelai, karena selalu dijegal dengan
adanya anggaran siluman itu.
Tidak masuk akal sehat, sangat mahal dan manipulatif, pengadaan buku
trilogi Ahok senilai Rp 30 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja
Daerah 2015 menurut hasil interogasi adalah bukan usulan Dinas, semua
itu murni usulan DPRD. Sebab, dalam pembahasan di tingkat komisi, tidak
ada kegiatan seperti itu.
Permainan tingkat tinggi memanipulasi APBD sehingga muncul Anggaran
siluman tidak lepas dari petinggi ketua dan para wakil ketua DPRD DKI.
mereka adalah Prasetyo Edi Marsudi, M Taufik, Haji Lulung, Triwisaksana.
Apakah mereka ini kelak akan terlibat dan akan dijadikan tersangka?
Penyelidikan berjalan terus dari KPK, Kepolisian, Kejaksaan, sebagai
balasan AHok kepada anggota Dewan yang melayangkan hak angketnya kepada
Gubernur DKI AHok. Jika DPRD dengan gayanya yang seolah meyakinkan
melayangkan Angket, maka Ahok dengan PEDE-nya mengerahkan KPK, POLRI,
Kejaksaan, untuk melakukan penyelidikan kepada anggota Dewan.
Jika Begini naga-naganya benar apa yang dikatakan banyak orang, AHok
akan menyeret para politisi kedalam Hotel Prodeo. Oleh AHok akan
disiapkan tempat Khususnya berupa Istana Lapas Ciangir masuk wilayah
Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Mereka yang
masuk dalam target adalah para pimpinan di DPRD, yaitu,
Prasetyo Edi Marsudi kelak di Istana Lapas bertindak sebagai Rajanya,
dia ini seorang yang berasal dari partai pemenang pemilu PDIP. Kader
yang dianggap sangat produktif menghasilkan uang untuk mendanai partai,
sangat disayang oleh ketua umumnya Megawati.
Calon penghuni lapas kedua adalah Maha Patih M Taufik, bagi dirinya
menjadi penghuni Istana Lapas tidak membuatnya kaget, karena sudah
pernah menjalaninya ketika masih menyandang sebagai penggede premandan
Taufik kala itu tersandung hukum. Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus
dugaan korupsi pengadaan barang dan alat peraga Pemilu 2004.
Ia kemudian divonis selama 18 bulan pada 27 April 2004 lalu karena
merugikan negara sebesar Rp 488 juta. Nasib kehidupannya di Istana Lapas
Ciaring M Taufi diperkirakan akan menjadi andalan Istana Lapas sangat
berwibawa dan seram, disamping Istana Lapas yang selalu gelap tanpa
penerangan. Maksudnya penghuninyapun gelap tanpa penerangan hati.
Calon penghuni ketiga Istana Lapas adalah Haji Lulung, seorang yang
selalu menampilkan sosok seorang yang berpegang teguh kepada syaria’at
agama, partai yang menjadi payung naungannya adalah PPP, sebuah partai
Islam yang menjadi kebanggaannya. PPP ini berprestasi mengantarkan
Mantan Ketua Umumnya SDA menjadi tersangka Korupsi dana Haji Abadi Umat.
Calon penghuni Istana Lapas Modern Ciangir berikutnya adalah
Triwisaksana, politisi PKS yang sangat potensial, dia tidak tercemari
oleh over dosis kolesterol jahat dari daging sapi, akan tetapi akbat
pergaulannya dengan para mavia siluman anggaran menjadikan dirinya
terseret kedalam penghuni Istana lapas Ciangir yang sangat modern namun
serba gelap itu.
Akhirnya AHOk berjalan sambil tersenyum penuh keyakinan inilah
saatnya Para pimpinan DPRD DKI tahu diri sekali-kali merasakan hidup di
Hotel Prodeo, walaupun berupa Istana Baru Istana Lapas Ciangir yang
modern tetapi tetapi mirip istana hantu.
Salam Kompasiana
Penulis: Imam Kodri (seorang kompasianer)