Sabtu, 25 Juli 2015

Kesaksian mengenai Tsunami Aceh

Cerita ini adalah kisah nyata dan rahasia di balik terjadinya tsunami Aceh dengan kesaksian 400 orang umat Kristen bahwa kisah ini sungguh terjadi...

Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini. Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.


Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.

Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dahsyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu.

Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.

“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu”

Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang Kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:

“Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”

Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:

Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?

Tetapi orang-orang Kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”

Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.

Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.

Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu TUHAN YESUS datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:

“Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”

Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “Sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.

Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.

Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.

Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya.Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.

Saudara dalam Yesus,

Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.

Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.

Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!
Haleluyah!!

Sumber:http://kebenaranalkitabmain.blogspot.com/

Sabtu, 06 Juni 2015

Bupati Sabu "Marthen Dira Tome" Tersangka Dana PLS NTT

KUPANG, KOMPAS.com - Dari sejumlah kasus korupsi di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tengah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya satu, yakni kasus dugaan korupsi dana Pendidikan Luar Sekolah (PLS) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT sebesar Rp 77,675 miliar.

“Untuk NTT yang ditangani oleh KPK di tingkat penyidikan, yakni kasus PLS ini saja dan sudah kita tetapkan satu orang, yakni Marthen Dira Tome (saat ini menjabat sebagai Bupati Sabu Raijua) sebagai tersangka. Untuk pengaduan kasus korupsi di NTT mungkin banyak, tapi penyidikannya hanya satu kasus saja,” kata pelaksana tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi, Jumat (5/6/2015) di aula Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Khusus untuk kasus PLS ini, kata Johan, ada beberapa pengembangan yang dilakukan oleh KPK, baik dari hasil pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan di Jakarta maupun di NTT.

”Ini kemungkinan bisa berkembang terkait perkara dugaan korupsi PLS ini,” kata Johan.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan sebagai tersangka pada mantan Kepala Subdinas Provinsi NTT sekaligus Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome dalam kasus dugaan korupsi dana PLS di Nusa Tenggara Timur. Penyelidikan kasus tersebut merupakan hasil koordinasi supervisi yang dilakukan oleh KPK bersama dengan Kejaksaan Tinggi NTT.

Sabtu, 23 Mei 2015

Emirsyah Satar: Menyulap Garuda Indonesia Menjadi "One Million Company”

 

KOMPAS.com - Ruangan tempat digelarnya acara 'CEO Speaks Binus Business School', Rabu (22/4/2015), terasa penuh oleh pengunung. Tak dimungkiri, karena hari itu, hadir Emirsyah Satar sebagai pembicara. Mantan CEO Garuda Indonesia itu datang untuk berbagi pengalaman semasa memimpin "One Dollar Company" dari 2005 hingga 2014 lalu. Istilah ini dipakai Emir, sapaan akrab pria kelahiran 28 Juni 1959 tersebut, untuk menggambarkan situasi Garuda Indonesia pada masa awal kepemimpinannya. Karir gemilang Emir membawa perusahaan maskapai penerbangan berpelat merah itu ke puncak kesuksesan patut menjadi contoh sebuah transformasi kepemimpinan. Membawakan tema kepemimpinan bertema "Transformation is a Journey Navigated by Leaders", Emir membuka rahasia suksesnya mengubah "One Dollar Company" menjadi "One Million Company". Mengawali acara, lelaki tamatan Sorbonne University, Paris, itu menjelaskan tentang cara kerja bisnis penerbangan. Menurut dia, bisnis maskapai penerbangan merupakan bisnis yang amat keras. Bahkan, margin tertinggi pada 10 tahun terakhir ini hanya 2,9 persen saja. Sebagai seorang akuntan, Emir mengaku sadar bahwa saat itu perusahaannya sedang menghadapi kebangkrutan. Ia pantang menyerah. Emir lalu melakukan transformasi internal. Dengan yakin, Emir mulai membenahi manajemen organisasi, sistem operasional, dan kualitas pelayanan Garuda Indonesia. Kerja kerasnya dimulai. "Yang pertama-tama saya lakukan adalah mengembalikan kepercayaan internal perusahaan, antar karyawan sendiri. Karena tanpa kepercayaan, bahkan pemerintah atau perusahaan besar sekalipun bisa runtuh," ujar Emir. Setelah rencana transformasi rampung, tutur Emir, seorang pemimpin harus mampu mengkomunikasikan hal tersebut kepada semua tim kerjanya. "Sehebat apapun seseorang, untuk membangun perusahaan yang kuat, tidak bisa sendirian. Saya selalu menegaskan hal itu kepada seluruh karyawan," katanya. Emir melanjutkan. Dia mengatakan, begitu menjadi seorang pemimpin, seseorang harus bisa membuat karyawannya bekerja dengan sepenuh hati dan mengeluarkan seluruh kemampuannya, bukan di bawah tekanan. "Yang terpenting, jangan biarkan mereka takut pada kita. Jika mereka takut, mereka tidak akan memiliki respect terhadap kita. Mereka akan kehilangan motivasi dan inovasi kerja," kata Emir. Berdasarkan pemetaan bisnis terbaru rancangan Emir, mutu pelayanan pun ditingkatkan. Tidak main-main. Emir secara khusus memimpin gerakan membersihkan pesawat setiap tiga bulan bersama seluruh perwakilan perusahaan secara serempak. Bahkan, ia tak sungkan untuk itu membersihkan toilet pesawat sendiri. Tiga faktor Di bawah kepemimpinannya, dia mengemas Garuda Indonesia hingga memiliki keunikan tersendiri, yaitu "Indonesian Hospitality". Dia memasukkan sentuhan Indonesia dalam semua pelayanan dan fasilitas Garuda Indonesia, dari mulai suguhan menu, aroma handuk, corak batik pada kursi pesawat, hingga lagu khas Indonesia. "Ini semua saya lakukan agar penumpang dapat merasakan ke-Indonesia-an selama penerbangan bersama Garuda," ujarnya. Alhasil, jerih payah Emir terbayarkan dengan diraihnya setumpuk penghargaan. Puncaknya, pada 2013, Garuda Indonesia berhasil meraih penghargaan sebagai "World’s best Cabin Crew”" mengalahkan pesaing beratnya, Singapore Airlines. Dengan anggaran promosi terbatas, Emir berani menjadi sponsor resmi klub sepakbola asal Inggris, Liverpool FC. Hasilnya, Garuda Indonesia berhasil menaikkan pamornya di mata internasional. Pada 2014, Garuda bahkan berhasil menduduki peringkat ke 545 sebagai Asian 1000 Top Brands menurut AC Nielson. Setahun sebelumnya, maskapai tersebut hanya mampu bertengger di peringkat 965. Sebelum mengakhiri ceramah, Emir ia menyebutkan, ada tiga faktor utama perlu diperhatikan seorang pemimpin dalam mengembangkan perusahaannya ke tingkat dunia, yaitu, SDM (sumber daya manusia), proses, dan teknologi. "Terakhir, sesulit apapun masalahnya, jika kita memiliki passion terhadap apa yang kita lakukan, kita pasti menemukan jalan keluar," ujar

Jumat, 15 Mei 2015

I LOVE NTT

FLOBAMORA akronim dari "Flores, Sumba, Timor dan Alor" yang merupakan beberapa pulau besar di Nusa Tenggara Timur (NTT). FLOBAMORA juga merupakan sebutan pengganti NTT. Flobamora kaya akan budaya dan tempat-tempat pariwisata yang masih asri. 

Pariwisata di Bumi Flobamora sangat menyenangkan dan memukau. di Flores ada danau 3 Warna (kelimutu), Pantai Pink, P. Komoda. sedangkan di Sumba ada Pantai Nihiwatu yang keren sekali. Alor : air mancur Tuti Adagai, taman laut Pantar, pantai Batu Putih. di P. Timor ada Pantai Kolbano, air terjun Oe Nesu, Air terjun Oe Hala, Bukit Fatukopa,  Lembah Bola Palelo, Gunung Marmer Fatumnasi. Air Terjun Mauhalek, kolam Susuk. dan masih banyak lain lagi yang belum terekspos.