Sabtu, 22 Agustus 2015

Final Liga Desa NTT vs Maluku Utara

Belitung Timur - Liga Desa Indonesia telah memasuki babak final. Di partai puncak, tim Nusa Tenggara Timur (NTT) akan berhadapan dengan Maluku Utara.

NTT sukses mengamankan tiket final setelah mengalahkan Jawa Barat pada babak semifinal dengan skor 2-1 di Lapangan Sepakbola Desa Mempayak, Kecamatan Damar, Belitung Timur, Rabu (19/8/2015).

Sementara itu, Maluku Utara menang atas Sumatera Barat dengan 1-0 pada laga yang digelar di Stadion Mini Sukamandi.

NTT dan Maluku Utara akan bertarung untuk memperebutkan gelar juara LIDI 2015 Piala Menpora di babak final. Laga final itu akan dihelat di Stadion Utama Belitung Timur, Minggu (23/8) mendatang.

Meski disebut-sebut sebagai calon terkuat juara, Maluku Utara tak mau jemawa. Menurut sang manajer, Buyung Radjiloen, timnya tetap waspada menghadapi NTT. Apalagi, dia menilai NTT memiliki keunggulan di lini tengah.

"Gelandang tengah mereka sangat bagus. Kami akan matikan gelandang NTT ini. Tapi, bagaimana pun kami bisa bermain lebih baik. Kami yakin bisa menang," ungkap Buyung.

Untuk tampil maksimal, Buyung mengatakan bahwa pasukannya diberikan waktu untuk istirahat. Para pemain juga akan diperhatikan asupan gizi dan makanannya.

"Saat ini kami fokus recovery. Kami juga perhatikan makanan mereka. Yang penting pemain jaga kondisi. Kami optimistis bisa mengalahkan NTT dan jadi juara," katanya.

Seperti diketahui, Maluku Utara memiliki dua pemain Indonesia Super League (ISL), yakni Fandy Mochtar dan Djali Ibrahim. Keduanya menjadi magnet tersendiri di LIDI kali ini.

Komposisi Pemain NTT
Kiper
1. Markus Lee
2. Alfredo Hilde
Belakang
1. Jendry Alvian Tefu
2. Agung Putra Mone Ke
3. Reksy Kurniawan
4. Haswandy
5. Aloysius Selan
6. Dedi Bani
Gelandang
1. David Aldero Pramono
2. Zulfikar Atamukin
3. Eptian Wembatoak
4. Ade Rahman Tosari
5. Kristoforus Lao
Depan
1. Alsan Sanda
2. Denny Pramono
3. Vincenta Loudoe
4. Yulius Mauloko
5. Master Pati
Coach : Michael Pep's
Ass. Coach : Willy Dambu

Amalia Dwi Septi - detikSport

Kamis, 20 Agustus 2015

RUSUN JATI NEGARA SETARA APARTEMEN TAPI MASIH ADA RAKYAT YANG MAU TINGGAL DI KAWASAN KUMUH


"Dibandingkan tinggal di tempat lama (bantaran Kali Ciliwung), saya sih mendingan di sini. Sudah berasa tinggal di apartemen," kata Emil (30), salah satu penghuni baru rusunawa tersebut, Kamis (20/8/2015).

Pantauan Kompas.com, saat memasuki salah satu kamar rusun, penghuni langsung berada di ruang utama unit rusun tersebut.

Sebuah wastafel berikut penyangga semen berukuran 30x200 cm, menyatu dengan dinding terdekat dari pintu masuk.

Ruangan tersebut akan berfungsi sebagai ruang keluarga, ruang tamu sekaligus dapur. Tepat di atasnya, sebuah sprinkler pemadam api terpasang di tengah langit-langit di antara pipa paralon yang melintang.

Lalu, sebuah pintu di balik pintu masuk, terdapat kamar mandi berukuran 1x2 meter dengan fasilitas shower dan toilet jongkok.

"Untung WC (toilet)-nya, pakai yang jongkok. Kalau pakai (toilet) yang duduk, agak ribet juga saya kalau mau buang air," kata warga lainnya, Septi (37).
JAKARTA, KOMPAS.com - Dua tower bangunan rumah susun sewa (rusunawa) Jatinegara Barat berdiri megah di Jalan Jatinegara Barat, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Sekilas, konsep bangunan tersebut kebih mirip apartemen dibanding kan rusun pada umumnya. Tiap unit rusun memiliki luas 30 meter persegi.
Lalu, apakah fasilitas di dalamnya juga mirip seperti apartemen?
KOMPAS.com/Tangguh SR Fasilitas ruangan di rusun Jatinegara Barat, berdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi, balkon untuk menjemur pakaian, serta ruang utama multifungsi ruang tamu sekaligus dapur.
Sedangkan di sisi lainnya, dua buah kamar, masing-masing berukuran 2x2 meter dilengkapi jendela kaca vertikal ukuran 50x100 cm.

Kemudian, satu pintu paling pojok dari masing-masing unit rusun, akan menghubungkan penghuni dengan balkon seluas 1x2 meter dengan tembok pembatas sedada orang dewasa.

"Lumayan lah, bisa lihat matahari tenggelam kalau sore. Kalau di tempat sebelumnya (bantaran Kali Ciliwung) boro-boro bisa kelihatan," kata penghuni lainnya, Idris (26). Sementara itu, di lorong menuju unit rusun masing-masing lantai masih terlihat lengang.
Bahkan, suara wajan berbahan aluminium menggema ke ujung lorong saat terjatuh ke lantai. Hal itu menandakan kekosongan unit rusun yang belum seratus persen dihuni oleh warga gusuran Kampung Pulo.


Seperti diketahui sebelumnya, rusunawa Jatinegara Barat diperuntukkan khusus bagi warga Kampung Pulo yang lahannya digusur.

Selasa, 11 Agustus 2015

TENTANG RASUL PAULUS

BAB I
PENDAHULUAN
Dalam makalah ini Penulis mencoba membahas bagaimana latar belakang Pertobatan Rasul Paulus yanga ada  didalam kitab Kisah Para Rasul ,dan Tujuan Penulis Membahas ini supaya kita   hal ini Banyak orang memahami istilah “pertobatan” berarti “berbalik dari dosa.” Ini bukanlah definisi Alkitab mengenai pertobatan. Dalam Alkitab, kata “bertobat” berarti “berubah pikiran.” Alkitab juga memberitahu kita bahwa pertobatan yang sejati akan menghasilkan perubahan tindakan (Lukas 3:8-14, Kisah Rasul 3:19). Kisah 26:20 menyatakan, “Tetapi mula-mula aku memberitakan bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu.” Definisi pertobatan yang sepenuhnya secara Alkitabiah adalah perubahan pikiran yang menghasilkan perubahan tingkah laku.

BAB II
KEHIDUPAN RASUL PAULUS
  1. LATAR BELAKANG DAN PERTOBATAN RASUL PAULUS
  1. a.      SIAPA PAULUS ITU?
Kita akan mulai mempelajari kehidupan Rasul Paulus dengan terlebih dahulu melihat latar belakang hidupnya. Nama aslinya adalah Saulus (nama yang diambil dari bahasa Ibrani), tetapi setelah bertobat mengambil nama dalam bahasa Yunani, yaitu Paulus. Saulus adalah seorang Yahudi dan ia sangat bangga dengan keyahudiannya itu. Ia berasal dari suku Benyamin dan ia juga memiliki kewarganegaraan Roma.
  1. b.      Penduduk asli tarsus
Waktu kelahiran Paulus kurang lebih sama dengan kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Ia dilahirkan di Tarsus, sebuah kota yang terkemuka zaman itu di wilayah Kilikia. Tarsus terletak hanya 1,2 km dari Laut Tengah. Oleh karena itu, Tarsus menjadi kota pusat perdagangan. Di samping itu, Tarsus juga menjadi kota ilmu pengetahuan. Banyak orang pendatang yang belajar di sekolah-sekolah terkenal di Tarsus, dan kemudian tersebar ke seluruh bagian kekaisaran Roma. Di kota ini tinggal orang-orang Yunani dan orang- orang Timur, juga bangsa-bangsa yang lain.
Walaupun Paulus pertama-tama dan terutama adalah seorang Yahudi, ia juga bangga terhadap Tarsus, yang merupakan kota pendidikan tinggi serta juga pusat pemerintahan dan perdagangan. Tetapi ia tidak merasa senang dengan kebudayaan di kota itu yang bersifat Yunani dan kafir. Orangtua Paulus merupakan orang-orang Yahudi dan sekaligus menjadi warga negara Roma. Walaupun mereka berusaha melindungi Paulus dari pengaruh kafir sewaktu remaja, tetapi keadaan kota Tarsus membuat setiap anak yang cerdas terpengaruh oleh bahasa dan ide-ide kebudayaan Yunani yang kafir. Pengaruh itu tampak dalam tiga rujukan sastra Yunani oleh Paulus, yakni kepada penyair-penyair Epimenides (Kisah Para Rasul 17:28), Aratus (Titus 1:12) dan Menander (1Korintus 15:33).
Sewaktu masih sangat muda, orangtua Paulus memutuskan ia harus menjadi seorang rabi (guru hukum Taurat). Sebagai seorang anak kecil di Tarsus, ia belajar tentang tradisi-tradisi umat Yahudi melalui pendidikan yang teratur di sinagoge setempat. Alkitabnya yang pertama kemungkinan besar adalah Septuaginta, terjemahan Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani.
Sewaktu tinggal di Tarsus, Paulus juga belajar membuat tenda, sebab setiap murid hukum Taurat dianjurkan mempelajari suatu ketrampilan di samping menuntut ilmu. Hal ini sangat bermanfaat bagi Paulus pada kemudian hari, sebab dengan demikian dia sanggup memperoleh nafkah sendiri sewaktu melakukan pekerjaan misionernya.
Di kota Tarsus Paulus mendapat kesempatan belajar tentang cara hidup bangsa yang bukan Yahudi. Oleh karena itu, ketika waktunya tiba, dia dapat memperkenalkan Injil Kristus kepada bangsa-bangsa lain dengan cara yang sangat baik.Dalam sejarah Perjanjian Baru sesudah kebangkitan Yesus, perhatian beralih dari Petrus dan para murid Yesus lainnya kepada seorang tokoh penting lain dalam kehidupan jemaat mula-mula – yakni Paulus, sang Farisi. Paulus bukan satu-satunya orang Farisi yang menjadi Kristen (Kisah Para Rasul 15:5), tetapi ia memang yang paling terkenal. Berbeda dengan banyak orang Kristen Yahudi lainnya, Paulus tidak lahir di Palestina. Sama seperti banyak orang yang bertobat pada hari Pentakosta, ia seorang Yahudi Helenis. Ia berasal dari kota Tarsus di provinsi Silisia, dan dia juga seorang warga negara Roma (Kisah Para Rasul 22:3,27).
  1. c.       Masa muda Paulus
Mungkin sekali ada dua masa yang berbeda dalam kehidupan Paulus sewaktu muda: masa kanak-kanak yang dihabiskannya di Tarsus, dan masa muda serta awal kedewasaan di Yerusalem. Kata “dibesarkan” dalam Kisah Para Rasul 22:3 dapat berarti ketika masih bayi Paulus pindah dari Tarsus ke Yerusalem. Tetapi kebanyakan ahli berpendapat hal itu hanya mengacu pada pendidikannya. Paulus pulang ke Tarsus setelah pertobatannya (Kisah Para Rasul 9:30), jadi kelihatannya kota ini yang dianggapnya sebagai kampung halaman.
  1. Pekerjaan Rasul Paulus sebelum Dia bertobat
  1. Penganiayaan Orang Kristen
Paulus menjadi pemimpin di antara orang Yahudi. Para pemimpin yang lebih tua mundur dan membiarkan kesempatan kepada Paulus menjadi pimpinan pasukan untuk menghancurkan Kekristenan. Paulus sendiri menggambarkan tindakannya yang melawan Kekristenan ini dengan berkata: “Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati. Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota- kota asing.” (Kisah Para Rasul 26:10,11).Paulus adalah seorang yang taat kepada agama Yahudi dan dia merasa bahwa apa yang dia lakukan itu benar. Ini terjadi sebelum ia mengalami kasih dan anugerah dari Tuhan dan Juru Selamat kita Yesus Kristus.
  1. Proses pertobatan Paulus
Pertobatan Paulus merupakan salah satu peristiwa terbesar sejarah Kekristenan. Paulus telah bertanggung jawab atas begitu banyak kematian dan ribuan orang-orang Kristen yang dipenjarakannya. Sekarang ia ada dalam perjalanan menuju Damsyik, sebuah kota penting di Siria, untuk mengusir orang-orang Kristen di sana.    Ada tiga peristiwa dari pengalaman pertobatan Paulus yang tercatat di dalam Perjanjian Baru. Lukas menceritakannya menurut kenyataan sejarah dan Paulus menceritakannya dengan kata-katanya sendiri sebanyak dua kali (semua dapat ditemukan dalam Kitab Kisah Para Rasul).
Paulus telah membuat namanya ditakuti di antara semua orang Kristen di Yerusalem. Dia telah berhasil memisahkan atau membungkam banyak orang Kristen di kota suci itu. Kemudian, ia mendapat laporan tentang adanya kelompok besar orang Kristen di kota Damsyik. Kota Damsyik, kira-kira 240 km jauhnya dari Yerusalem. Dia memutuskan untuk pergi ke sana untuk melanjutkan penganiayaannya kepada orang- orang percaya ini. Dia telah diberi kekuasaan penuh dan membawa surat izin untuk memasuki kota dan menangkap semua orang Kristen di kota itu dan membawa mereka kembali dalam keadaan terbelenggu ke Yerusalem. Paulus dan kawan-kawan memulai perjalanan yang panjang menuju Damsyik. Perjalanan ini membutuhkan waktu enam sampai tujuh hari dan selama perjalanan panjang ini anak muda yang pandai dan penuh semangat ini mempunyai banyak waktu untuk berpikir. Mungkin ia mulai meragukan tindakannya. Dia tidak habis berpikir dan tidak mengerti bagaimana Stefanus bisa mati dengan begitu tenangnya. Dia tidak dapat melupakan doa Stefanus ketika Stefanus “menutup mata” dengan damai. Paulus merasa bahwa dia harus melakukan hal yang ia pandang benar, tetapi dia terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawabnya. Oleh karena itu, ia pun pergi ke Damsyik.
 Paulus menerima Injilnya dari Kristus sendiri, katanya, yakni dalam pewahyuan pada perjalanan ke Damsyik (lihat juga 1Korintus 15:8).  Dari pewartaan para murid ia sudah tahu bahwa Yesus diimani sebagai Kristus. Justru itulah sebabnya bahwa ia menganiaya orang Kristen, yang dari sudut Yahudi mesti dilihat sebagai orang murtad. Tetapi pada perjalanan ke Damsyik ia mulai sadar bahwa orang Kristen benar, Yesus sungguh Almasih, Putra Allah. Bagi Paulus ini suatu pengalaman batin. Tetapi pengalaman iman ini, yang bersumber pada wahyu Allah sendiri, membuat Paulus menegaskan bahwa ia tidak menerima Injilnya dari manusia

BAB III
AMPLIKASI  PERTOBATAN PAULUS DALAM KEHIDUPAN KEKRISTENAN PADA MASA KINI
  1. Menurut Para  Tokoh Gereja
  1. Fr. George T Montague SM,
                  Menjelaskan  tentang otentisitas ajaran Paulus sebagai ajaran yang sungguh berasal dari Kristus, dengan menekankan pentingnya peran pertobatan Rasul Paulus yang disebabkan oleh perjumpaan Paulus secara pribadi dengan Kristus yang telah bangkit. Pertobatan Rasul Paulus ini memang menjadi titik awal yang tidak hanya mengubah kehidupan Paulus secara pribadi, namun juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan seluruh Gereja. Memang Paulus tidak termasuk dalam bilangan keduabelas Rasul yang menjadi saksi bagi karya pelayanan Kristus sejak Kristus memulainya di zaman Yohanes Pembaptis. Namun demikian, Rasul Paulus telah melihat Kristus yang telah bangkit dan bahkan dalam terang kemuliaan-Nya (yang sampai membuatnya buta). Terang kemuliaan ini malah tidak ada dalam penampakan-penampakan Kristus kepada keduabelas Rasul-Nya itu. Maka panggilan kepada Rasul Paulus bersifat profetis, seperti halnya panggilan kepada Nabi Yehezkiel, Yeremia, dan Yesaya. Para Nabi itu juga tidak mengalami kontak langsung dengan Tuhan, sebagaimana yang dialami oleh keduabelas Rasul yang berkontak langsung dengan Tuhan Yesus. Namun para Nabi tersebut juga menuliskan kitab-kitab yang diakui Gereja sebagai tulisan yang diinspirasikan oleh Roh Kudus, dan menjadi bagian dari Kitab Suci. Maka, seperti juga yang diungkapkan oleh para nabi tersebut, melalui Rasul Paulus nubuatan tentang Hamba Tuhan yang akan mewartakan Kabar Gembira kepada semua bangsa melalui pelayanan pengajaran dan penderitaan, sungguh-sungguh tergenapi Rasul Paulus sendiri mengalami bagaimana iapun turut mengambil bagian di dalam penderitaan Kristus demi mewartakan Injil ( 2 Kor 4:10-11;6:4-5; 2Kor 11:23-33).
Di awal perjalanan imannya sebagai seorang Kristiani, setelah ia dibaptis di Damsyik,Paulus menarik diri ke daratan Arab (lih. Gal 1:16-). Walaupun alasannya menyepi tidak disebutkan dengan jelas dalam Kitab Suci, namun dapat dimengerti, jika Rasul Paulus membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, saat segala nilai-nilai yang sebelumnya dipegang dengan kuat-kuat kini dibalikkan dan diarahkan kepada Kristus (Flp 3:7-12). Sejak masa pertobatannya, Rasul Paulus memiliki pengalaman rohani dengan Kristus yang sungguh mengubahnya menjadi manusia yang baru, yang hidup secara baru (Gal 2:20, Flp 1:21; 3:7-11). Dengan pengalamannya bertemu dengan Kristus di perjalanan ke Damsyik (34 AD) dan pengalaman rohaninya dengan Kristus, Paulus dengan tegas menyatakan bahwa Injil yang diberitakannya itu tidak berasal dari manusia namun berasal dari wahyu Yesus Kristus (lih. Gal 1:11-12). Walaupun kelak dalam perjalanan selanjutnya, pertemuan Paulus dengan para saksi mata kehidupan Kristus tentu meneguhkan kebenaran wahyu yang diterimanya dari Kristus tersebut.
  1. Fr. Fernand Prat SJ
menuliskan empat acuan ayat yang sangat penting, agar kita dapat memahami keotentikan pengalaman Rasul Paulus pada saat pertobatannya, yaitu justru karena sebelumnya ia adalah seorang Yahudi yang sangat taat dan yang karena ketaatannya itu ia menganiaya jemaat Allah, sebab ia berpikir bahwa dengan melakukannya ia berbuat sesuatu yang benar menurut hukum taurat: “Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.” (Gal 1:13-14)…. “Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.” (1Kor 15:9)…”…aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.” (1 Tim 1:13) …”tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.” (Flp 3:5-6).
Seseorang yang sedemikianlah yang kemudian dipanggil oleh Tuhan Yesus untuk menjadi Rasul-Nya, dan sungguh rahmat Tuhan-lah yang mengubahnya menjadi seorang Rasul yang luar biasa, yang kita kenal dengan nama Rasul Paulus. Kasih Tuhan Yesus mengubah seluruh hidup Rasul Paulus, dan karena pengalaman dikasihi oleh Tuhan ini, Rasul Paulus dapat mengatakan ungkapan yang indah ini, yang juga dapat menjadi ungkapan hati kita semua yang mengimani Kristus: “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Gal 2:20)
  1. Pentingnya Pertobatan Dalam Kehidupan Orang Percaya
Panggilan Tuhan bagi setiap orang percaya memiliki dua tujuan yaitu menjadi serupa dengan Kristus (lahir baru dan bertumbuh) dan menjadi penjala manusia (pemberita Injil). Keduanya harus menjadi satu kesauan yang tidak bisa dipisahkan. Sebelum bertobat, Paulus giat melakukan pekerjaan Allah menurut pemahamannya sendiri, sehingga ia mengerjakan pekerjaan yang salah. Baru setelah mengalami pertobatan (lahir baru), ia menjadi pemberita Injil yang luar biasa dipakai Tuhan, dan ia menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Penting bagi kita orang percaya untuk melayani Tuhan dengan dasar pertobatan yang jelas, karena tanpa pertobatan sejati, pekerjaan kita akan sia-sia. Kita sudah diselamatkan oleh Tuhan ketika menjadi orang percaya, dan Ia menyelamatkan kita supaya kita menjadi saluran berkat bagi orang lain.
pertemuan Saulus dengan Yesus dalam perjalanannya ke Damsyik adalah awal dari perubahan besar dalam hidupnya, yaitu pembaharuan hidup. Yesus yang selalu dihina oleh orang-orang Yahudi pada waktu itu telah menjadi Tuhan bagi Saulus yang kemudian diubah namanya menjadi Paulus. Perjumpaan yang memberinya tujuan hidup yang baru, bukan lagi sebagai penganiaya orang percaya, tetapi sebagai pejuang Kristus bagi berita Injil. Perjumpaan dengan Yesus secara pribadi telah mendasari pertobatan Paulus. Ananias pun dipakai Allah untuk mendoakan Paulus supaya dapat melihat kembali dan penuh dengan Roh Kudus.
Perjumpaan seperti inilah yang harusnya didambakan setiap orang percaya, hari demi hari, sepanjang hidupnya. Perjumpaan dengan Yesus haruslah menjadi dasar bagi sebuah pertobatan, bukan alasan yang lain. Pertobatan hanya karena tawaran posisi dalam pelayanan, harta, atau kepentingan pribadi semuanya hanya semu belaka. Namun, jika Yesus yang adalah Tuhan dijadikan dasar bagi pertobatan, maka segala sesuatu akan berujung pada kemuliaan Kristus.
Malam ini mari kita ingat kembali, sudah benarkah dasar pertobatan kita? Apakah kita mengikut Dia karena telah mengalami perjumpaan dengan Yesus secara pribadi? Apakah pertobatan kita benar-benar berdasarkan Yesus atau yang lain? Mari belajar untuk mengikut Dia dengan setia. Jadikan Yesus sebagai dasar pertobatan dan dasar dari segala sesuatu yang kita lakukan. Pahamilah kehendak- Tuhan dan hiduplah di dalamnya supaya melalui hidup kita, berita tentang kasih dan kebaikan-Nya sampai kepada bangsa-bangsa.
Ketahuilah ini, bahwa”manusia lama” dari orang yang telah bertobat telah disalibkan bersama Kristus, sehingga sejak sekarang mereka tidak lagi melayani dosa – karena ia telah mati dan telah dibebaskan dari dosa (band Roma 6:4-7). Selanjutnya orang-orang yang telah bertobat melayani Tuhan dalam roh yang baru (Roma 7:6). Tetapi dalam kasus adanya beberapa keraguan dalam pikiran Anda, Penulis akan memberikan beberapa point yang menunjukkan perlunya pertobatan.

a)      Pertobatan adalah alasan utama Kristus datang kedalam dunia untuk memberikan, untuk membawa orang-orang berdosa yang jahat kepada Allah. Apakah Anda berpikir bahwa Kristus datang untuk melakukan seseuatu yang tidak perlu? Sama halnya penderitaan-Nya untuk membayar dosa-dosa kita, sehingga ajaran dan Roh-Nya perlu untuk pertobatan kita. Kita tidak dapat diselamatkan selain melalui pertobatan. Mungkinkah Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia dengan tujuan memanggil pulang orang-orang berdosa, jika mereka dapat diselamatkan tanpa melalui pertobatan? Tuhan Yesus adalah ahli fisika yang agung tentang jiwa. Ia datang bukan untuk menyembuhkan penyakit ringan yang dapat disembuhkan tanpa Dia. Ia datang untuk menyembuhkan kutuk dosa yang merusak, yang mana tidak ada yang dapat menyembuhkannya selain Dia. Tidak pernah ada di dalam pikiran Kristus bahwa Ia atang untuk menderita demi menebus dosa-dosa kita, dan kemudian membiarkan kita terus hidup di dalam dosa tanpa adanya suatu perubahan. Ia tidak pernah berpikir untuk membawa manusia ke sorga bersama dengan dosa-dosa mereka, tetapi ia membinasakan dosa-dosa mereka, karena itu tidak layak untuk masuk ke dalam sorga. Ia tidak pernah bermaksud untuk membawa Anda bersama penyakit (dosa) Anda ke dalam Sorga, tetapi sebelumnya Ia menyembuhkan penyakit Anda, karena jika tidak itu akan merusak Anda. Bukankah penghujatan yang lebih besar dari menentang Kristus adalah mempertemankan Dia dengan dosa yang sangat Ia benci? Bukankah penghujatan yang lebih besar adalah dengan membayangkan bahwa Kristus berdiri bersama Setan dan memperkuat kerajaan Setan yang mana misi sejati-Nya adalah justru untuk membinasakannya? Selanjutnya, Kristus datang untuk mempertobatkan manusia, dan bukan untuk mengampuni siapapun tanpa pertobatan. “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19:10). “yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita,” bukan mengampuni dan menyelamatkan tanpa mempertobatkan kita, tetapi “untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik” (Titus 2:14). Dari ayat-ayat ini Anda dapat melihat bahwa pertobatan adalah kebutuhan mutlak jika Anda berharap untuk diselamatkan.

b)      Pertobatan adalah hal yang paling utama di seluruh Alkitab, mempertobatkan manusia dari dosa dan memimpin kepada Tuhan, dan membangun mereka yang telah bertobat. Dan apakah Anda berpikir bahwa Tuhan mungkin menjadikan pertobatan sebagai topik utama dalam Firman-Nya  ini tidak penting atau diperlukan? Jika seseorang dapat diselamatkan tanpa pertobatan, mengapa Tuhan menginspirasikan kepada para nabi dan rasul untuk menyampaikan Firman-Nya dengan tujuan mempertobatkan manusia dan membangun mereka yang telah bertobat? Haruskah Tuhan melakukan semua hal yang ada di dalam Alkitab untuk sesuatu yang tidak perlu atau penting? Inilah tujuan utama Firman Allah: “Taurat TUHAN itu sempurna, mempertobatkan jiwa” – KJV (Mazmur 19:7). Dan lagi bukankah Alkitab menyerukan kepada orang-orang berdosa untuk bertobat dan berbalik kepada Kristus? Ada ratusan ayat di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa tujuan utama Kitab Suci adalah memimpin orang-orang berdosa datang kepada Kristus (band. Yehezkiel 33:11; Yesaya 31:6; 59:20-21; Yeremia 3:7; Amsal 1:23; Yoel 2:12-13; Yunus 3:8; Acts 3:19; dll).

c)       Pertobatan adalah tugas panggilan para pelayan Injil, yaitu mempertobatkan manusia kepada Kristus. Mengapa Tuhan memanggil orang-orang untuk memberitakan pertobatan jika pertobatan itu tidak perlu atau tidak penting? Yohanes Pembaptis mulai mengkhotbahkan pertobatan. Kristus mengikuti jejaknya, yaitu mengkhotbahkan tentang pertobatan yang sama (Lukas 13:3-5). Rasul-rasul mengikuti-Nya, yaitu mengkhotbahkan berita pertobatan yang sama, yang mana tanpa pertobatan tidak ada keselamatan (Kis. 2:38; 8:22). Mereka menjelaskan kepada kita, “Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat” (Kisah 17:30). Pekerjaan Paulus adalah untuk menunjukkan kepada manusia bahwa mereka “mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu” (Kisah Rasul 26:20). Dan “untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa” (Kisah 26:18). Substansi dari khotbah Paulus adalah, “bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus” (Kisah Rasul 20:21). Setiap pelayan Injil harus “dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya” (II Timotius 2:25-26). Jadi, tugas utama seorang pengkhotbah adalah mempertobatkan manusia kepada Kristus.

d)      Orang Kristen harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan. Akankah Allah mengatakan kepada kita tentang ini jika ada cara lain untuk memperoleh keselamatan? “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya” (Daniel 12:3). Yakobus berkata, “Jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.” (Yakobus 5:19-20)
Perhatikanlah semua ini, dan putuskan apapun itu Allah tidak akan mengutus jemaat-Nya untuk memberitakan berita pertobatan kepada orang berdosa, jika memang ada cara lain untuk menyelamatkan mereka. Mungkinkah Kristus sendiri datang untuk mempertobatkan manusia jika mereka tidak memerlukan itu? Mungkinkan Firman Tuhan, Alkitab, telah memberikan alasan ini  yaitu mempertobatkan manusia? Mungkinkah para nabi dan para rasul serta para pemberita Injil diutus untuk menyampaikan berita pertobatan? Mungkinkah ini menjadi tugas setiap orang Kristen untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan pertobatan, jika ada cara lainnya untuk diselamatkan tanpa pertobatan?.
 
BAB  IV
KESIMPULAN
Penulis Beranggapan bahwa Kita dipanggil untuk melibatkan diri dalam proses pertobatan secara terus-menerus, sepanjang hidup kita. Ingatlah apa yang berulang kali dipesankan oleh Lukas, yaitu bahwa pertama-tama pertobatan adalah suatu tanggapan terhadap kegiatan ilahi dalam diri kita masing-masing. Pertobatan adalah suatu pengakuan akan kedosaan kita, juga suatu pengakuan akan kebutuhan mendalam dari kita akan Allah. Akhirnya pertobatan berarti bahwa kita menaruh kepercayaan pada Allah sepenuhnya dan pergi ke mana saja Dia akan memimpin kita. Kita sungguh bertobat apabila kita berdoa dengan segala ketulusan hati seperti Yesus sendiri berdoa: “Jangan kehendakku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Luk 22:42).
Dalam hal ini juga bahwa Rasul Paulus adalah pengajar yang sangat kerhasil sebagai murid Tuhan Yesus ia mengajarkan bagaimana cara melakukan pemuridan dan mendampingin setiap murid dan jemaat untuk bertumbuh, Rasul menggunakan metode dalam memberitakan kebenaran Tuhan, ia mengajarkan kepada murid untuk memberitakan Amanat Agung dari Tuhan Yesus untuk memberitakan Firman hingga keseluruh Dunia dan selalu bertekun dan bersabar dalam pelayanan karena Roh Kudus akan tetap menyertai  kita dan memampukan kita, ketika kita belajar tentang pemuridan Rasul Paulus yang telah membawa banyak perubahan tentang pengenalan Kristus dari Jemaat mula-mula hingga para murid hingga sekarang, saat ini kita diwajibkan untuk memberitakan amanat agung, karena kita sebagai anak-anak Allah dan tidak berputus asa dalam pelayanan, Rasul Paulus mengajarkan kepada kita untuk selalu menjadi teladan bagi orang lain lewat tutur  kata dan tingkah laku kita dan mengandalkan Tuhan dalam setiap kita melakukan pemuridan, Rasul Paulus juga belajar dari orang lain yaitu Barnabas dan murid Tuhan Yesus yang lain hal ini mengajarkan kepada kita untuk selalu belajar tidak hanya terbatas pada kemampuan tetapi selalu berdampingan dengan murid yang lain dan mau dipimpin oleh orang lain, sebelum kita memuridkan dan memimpin orang lain terlebih dahulu kita dapat memimpin dan mengendalikan diri kita dengan mau bertobat dan merendahkan diri dihadapan Tuhan sama ketika Rasul Paulus bertobat dan mendapat Tuntunan Tuhan.

By:

Jumat, 07 Agustus 2015

9 Cara Mengamankan Website Anda Dari Serangan Hacker

Tulisan ini didedikasikan kepada para pemilik website yang telah maupun belum pernah mengalami kejadian pada websitenya yang terkena hack oleh para hacker. Yang perlu diingat adalah agar jangan pernah menganggap bahwa website kita selamanya aman dari serangan hacker. Tidak hanya website besar yang memiliki ramai pengunjung, bahkan terkadang website kecil-kecilan yang dibuat dengan bentuk sederhana yang mungkin kita sendiri mengganggapnya tak memiliki harga sekalipun kerap menjadi santapan para hacker. Percayalah bahwa hal tersebut akan terjadi pada siapa saja tanpa terduga.
Umumnya para hacker mengambil alih website melalui beberapa cara seperti: Deface, SQL Injection, Malware, XSS, RFI, CRLF, CSRF, Base64 dsb. Berikut ini adalah beberapa trik pencegahan yang dapat anda upayakan untuk mengamankan website anda sebelum website kita menjadi korban hacker:

Password

Pastikan agar anda menggunakan password yang kuat dengan kombinasi a-z, A-Z, 1-0, dan kode simbol seperti !@#$%^&*(). Ulasan mengenai hal ini dapat anda baca tulisan pada Tips Membuat Password Anti Hacker
Selain itu ada baiknya agar anda mengubah password anda secara berkala untuk memaksimalkan keamanan website anda.

Versi WordPress

Pastikan agar anda selalu meng-update versi wordpress anda ke versi terbaru. Karena wordpress menyempurnakan fitur dan celah keamanan dari versi ke versi selain itu juga dapat meminimalisir informasi kepada hacker mengenai versi wordpress yang anda gunakan. Anda dapat melakukan ini melalui dasbuard wordpress anda.
Pada umumnya, pada theme standar anda dapat menyembunyikan versi wordpress anda melalui Appeareance > Editor. Lalu editlah pada bagian function.php dan hapus berikut Umumnya tidak semua theme menyediakan informasi mengenai versi wordpress, namun beberapa theme tetap meninggalkan informasi ini.

File Permission

File Permission adalah fitur yang disediakan pada halaman CPanel bagian File Manager pada server hosting anda yang digunakan untuk merubah parameter standar pada sebuah file satuan ataupun kumpulan untuk memungkinkan file tersebut diakses, dibaca ataupun dirubah oleh pengguna. Umumnya hacker yang dapat dikatakan berhasil apabila telah melakukan inject dan berhasil  mereset password admin anda. Untuk itu anda dapat membatasi hal tersebut dengan mengunci file permission pada cpanel tersebut. Cara merubah file permission adalah dengan klik kanan pada file yang bersangkutan lalu akan terdapat 3 baris kotak yang dapat dicentang atau dihilangkan centangnya. Anda tidak perlu mengubah semua file permision pada file website anda namun ada baiknya anda mengubah permission pada file-file berikut dan nilai yang direkomendasikan:
.htaccess  – ubah menjadi 444 atau 404
wp-config.php
– ubah menjadi 444 atau 400
index.php
– 444 atau 400
wp-blog-header.php
– 400 atau 444
wp-admin
– 755 atau 705
wp-includes
– 755 atau 705
wp-content
– 755 atau 705
wp-content/bps-backup
– 755

Sembunyikan Plugin Anda

Usahakan agar anda menyembunyikan semua plugin yang anda gunakan. Hal ini untuk menutup kemungkinan dan memberi ide kepada hacker untuk menemukan mana-mana saja plugin yang dapat dijadikan celah untuk melakukan hack. Untuk menyembunyikan plugin yang terinstal pada wordpress anda, dapat meng-upload file index kosong ke dalam folder /wp-content/plugins/

White list pada .htaccess

Untuk mencegah hacker mengotak-atik folder admin anda ada baiknya anda memasukkan daftar IP Whitelist yang diperbolehkan untuk mengakses folder-folder penting pada website anda sehingga tidak akan ada orang yang dapat melihat folder admin kecuali anda dan daftar IP yang diberikan izin akses. Untuk melakukan hal ini anda dapat menambahkan beberapa baris script kode pada file .htaccess anda yang terletak pada file Manager didalam Cpanel. (munculkan bila tersembunyi). Secara default, letak file .htaccess adalah didalam /wp-admin/
Berikutnya tambahkan kode dibawah ini untuk melindungi halaman wp-login.php dan wp-config.php anda sehingga hanya IP tertentu yang dapat mengakses halaman tersebut:

Order deny,allow
Deny from All
Allow from xxx.xxx.xxx.xxx

order allow,deny
deny from all

ganti xxx. dengan alamat IP anda. Trik diatas juga dapat melindungi wp-config anda agar tidak dapat dilihat isinya karena informasi yang tersimpan didalam wp-config sangat vital karena terdapat username dan password website anda.
Anda dapat mengedit file .htaccess ini langsung melalui cpanel atau melalui komputer anda namun sebaiknya file ini anda backup terlebih dahulu.

Plugins Security

Beberapa plugins dibawah ini dapat berfungsi maksimal untuk melindungi file-file penting yang rentan menjadi sasaran utama para hacker untuk diserang. Anda dapat menginstal plugin-plugin berikut:
Bulletproof Security (untuk melindungi file .htaccess dan fitur-fitur security lainnya.
Login LockDown (untuk melindungi halaman login anda dari ‘brute force attack’ ,mencatat IP yang berusaha untuk login ke website anda juga memblok IP yang mencurigakan.)
WordPress Firewall (dapat memblokir script-script dan parameter yang mencurigakan)
Timthumb Vulnerability Scanner (untuk mendeteksi script-script mencurigakan yang ditanam oleh hacker yang ingin memanfaatkan situs anda)

Themes

Upayakan agar anda tidak mendownload theme yang tidak jelas sumbernya ataupun versi yang Nulled. Karena memungkinkan bagi hacker untuk menambahkan script-script yang dapat dimanfaatkan untuk menyusup kedalam website anda.

Plugin Update

Banyak hacker memanfaatkan celah pada beberapa plugin yang menurut mereka dapat diserang. Oleh karena itulah para pembuat plugin terus menyempurnakan plugin-plugin mereka selain untuk memperkaya fitur juga meningkatkan keamanan yang sebelumnya dapat dimanfaatkan oleh hacker.

Backup Database

Untuk mencegah kemungkinan terburuk sangat disarankan agar anda melakukan update database pada wordpress anda dengan bantuan wp-db-backup atau wp-time-machine. wp-time-machine mempunyai fitur melakukan full backup situs wordpress anda, mulai dari image, comment, postingan, theme hingga semua plugin anda.
Demikianlah informasi mengenai 9 Cara Mengamankan Website Anda Dari Serangan Hacker. Apabila anda adalah seorang awam dimana website anda sudah terlajur terkena hack, anda mempunyai 3 opsi untuk memperbaikinya:
  1. Anda dapat melakukan restore data backup yang anda simpan dikomputer anda. Setelah itu segeralah mengganti password anda.
  2. Mintalah bantuan kepada pihak hosting untuk memperbaiki website anda. Umumnya pihak hosting mempunyai tenaga ahli untuk menangani hal ini.
  3. Cara terakhir, anda dapat mengkontak sang hacker tersebut serta membicarakannya dengan baik-baik. Umumnya para hacker meninggalkan alamat email yang dapat dihubungi meskipun beberapa lainnya tidak meninggalkan jejak apa-apa. Namun biasanya bagi hacker yang meninggalkan jejak email masih memungkinkan untuk dimintai bantuan agar mengembalikan website anda. Meskipun kemungkinannya 50-50. Namun pada umumnya komunitas hacker di Indonesia banyak diantaranya yang melakukan hack dengan tujuan untuk mengingatkan pengguna agar dapat meningkatkan sekuriti pada website korban agar dapat melakukan perbaikan selanjutnya. Ya, terkadang hacker golongan ini memberi masukan berharga kepada kita semua. ^_^
 By ariezz peter