Teladan dari seorang pemimpin
Jumat, 02 November 2012
Sabtu, 06 Oktober 2012
NASIB JOKOWI & AHOK DI TANGAN POLDA METRO JAYA
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto
"Sore ini gelar perkara dan masih berlangsung sampai sekarang. Nantinya akan ditentukan apakah kasus ini bisa dilanjutkan atau tidak," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya.
Dia menambahkan, sebelum melakukan gelar perkara, penyidik sudah memeriksa pelapor, yakni tim advokasi Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, empat orang pengurus APPSI, dan stasiun televisi yang menyiarkan iklan dukungan itu. Sementara pihak terlapor lain, yakni Jokowi, Basuki, dan Ketua Umum APPSI Prabowo Subianto masih belum diperiksa.
Diberitakan sebelumnya, Panwaslu DKI Jakarta menyatakan, iklan dukungan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) untuk pasangan calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama terbukti sebagai pelanggaran kampanye.
Panwaslu memutuskan telah terjadi pelanggaran kampanye di luar jadwal sesuai Pasal 116 Ayat 1 tentang Kampanye di Luar Jadwal dengan ancaman pidana penjara minimal 15 hari maksimal 3 bulan atau denda sebesar Rp 100.000 dan maksimal sebesar Rp 1 juta.
Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya dan ditangani oleh Subdirektorat Keamanan Negara Polda Metro Jaya. Tim Foke-Nara, sebagai pelapor kasus ini ke Panwaslu, menyebutkan bahwa iklan tersebut tidak gentle karena mendompleng APPSI.
Barang bukti yang diberikan oleh tim Foke-Nara adalah rekaman dalam bentuk DVD iklan di beberapa stasiun televisi swasta. Iklan berbau kampanye itu disiarkan oleh Trans7, MetroTV, TVOne, dan TransTV serentak pada 27 Agustus 2012.
COPAS KOMPAS 5 OKT. 2012
Jumat, 05 Oktober 2012
HARAPAN BARU UNTUK BANGSAKU
HARAPAN BARU DIMULAI DARI "JOKOWI & AHAOK". JAKARTA "INDONESIA" AKAN MENJADI CERMIN SEMUA BANGSA, karena perubahan yang akan mereka ciptakan...
maju truusss KARYA ANAK BANGS... GBU...
Sabtu, 29 September 2012
KLOSE "KEJUJURAN ADALAH KEMENANGAN SEJATI"
Sabtu, 29/09/2012 10:38 WIB
Roma - Presiden Lazio Claudio
Lotito meminta timnya melupakan kekalahan mereka dari Napoli hari Rabu
lalu dan mendukung kejujuran Miroslav Klose yang menolak golnya disahkan
karena memakai tangan.
Tiga hari lalu Lazio kalah 0-3 di markas Napoli, dan itu merupakan kekalahan kedua beruntun mereka setelah memenangi tiga laga pertamanya di musim ini.
"Apa yang terjadi di San Paolo bisa terjadi pada siapa saja. Hasil ditentukan oleh macam-macam faktor. Kami kalah dan sekarang kembali ke bumi. Dengan pengorbanan, persatuan dan determinasi, kita bisa mencapai tujuan-tujuan kita," ucap Lotito kepada Calcio News24.
Pada pertandingan melawan Napoli tersebut, di menit keempat wasit meniup peluit pertanda terjadi gol di gawang tuan rumah. Namun ia kemudian memutuskan meniadakan gol tersebut karena si pembuatnya, Klose, mengakui memakai tangan untuk menyodok bola ke jala Morgan di Sanctis.
Sikap Klose yang menolak keputusan gol dari wasit itu mendapat berbagai reaksi. Pelatih Napoli Wakter Mazzarri tidak terlalu terkesan karena menganggap Klose sadar dirinya tertangkap kamera.
Namun komentar yang memuji lebih banyak, salah satunya bahkan dari Presiden FIFA Sepp Blatter.
"Bravo Miro Klose," tulis Blatter melalui akun twitter-nya. "Sikap Anda menunjukkan diri Anda sebagai juara dan pemain yang sebenarnya."
Pemain Inter asal Argentina, Esteban Cambiasso, juga memberi respek pada penyerang kawakan Jerman itu.
"Kita harus menyanjung kejujuran Klose. Kita harus menghormati sikapnya. Ini contoh untuk diikuti semua anak-anak."
Begitu pula Lotito. Dia angkat topi pada sporitivitas Klose walaupun “konsekuensinya” adalah Lazio gagal mendapatkan gol dan kemudian kalah di akhir pertandingan.
"Dia melakukan apa yang selalu ditekankan oleh klub ini, dan menghormati nilai-nilai olahraga," tukas presiden Biancocelesti itu.
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=qlKES0Mjcgc
Tiga hari lalu Lazio kalah 0-3 di markas Napoli, dan itu merupakan kekalahan kedua beruntun mereka setelah memenangi tiga laga pertamanya di musim ini.
"Apa yang terjadi di San Paolo bisa terjadi pada siapa saja. Hasil ditentukan oleh macam-macam faktor. Kami kalah dan sekarang kembali ke bumi. Dengan pengorbanan, persatuan dan determinasi, kita bisa mencapai tujuan-tujuan kita," ucap Lotito kepada Calcio News24.
Pada pertandingan melawan Napoli tersebut, di menit keempat wasit meniup peluit pertanda terjadi gol di gawang tuan rumah. Namun ia kemudian memutuskan meniadakan gol tersebut karena si pembuatnya, Klose, mengakui memakai tangan untuk menyodok bola ke jala Morgan di Sanctis.
Sikap Klose yang menolak keputusan gol dari wasit itu mendapat berbagai reaksi. Pelatih Napoli Wakter Mazzarri tidak terlalu terkesan karena menganggap Klose sadar dirinya tertangkap kamera.
Namun komentar yang memuji lebih banyak, salah satunya bahkan dari Presiden FIFA Sepp Blatter.
"Bravo Miro Klose," tulis Blatter melalui akun twitter-nya. "Sikap Anda menunjukkan diri Anda sebagai juara dan pemain yang sebenarnya."
Pemain Inter asal Argentina, Esteban Cambiasso, juga memberi respek pada penyerang kawakan Jerman itu.
"Kita harus menyanjung kejujuran Klose. Kita harus menghormati sikapnya. Ini contoh untuk diikuti semua anak-anak."
Begitu pula Lotito. Dia angkat topi pada sporitivitas Klose walaupun “konsekuensinya” adalah Lazio gagal mendapatkan gol dan kemudian kalah di akhir pertandingan.
"Dia melakukan apa yang selalu ditekankan oleh klub ini, dan menghormati nilai-nilai olahraga," tukas presiden Biancocelesti itu.
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=qlKES0Mjcgc
Andi Abdullah Sururi - detikSport
Langganan:
Postingan (Atom)