Selasa, 15 Januari 2013

Kisah Petani di desa Manusak dan Oetata, Nusa Tenggara Timur

suara warga - email header 8.GIF
Edisi 010/2013
DIBERKATI UNTUK MEMBERKATI
Kisah Petani di desa Manusak dan Oetata, Nusa Tenggara Timur
Ibadah akhir tahun 2012.jpg
Tahun 2009, Institut Leimena  memulai program pemberdayaan ekonomi di desa Manusak dan Oeteta, propinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan program ini adalah untuk mengembangkan model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dapat diterapkan di daerah lain yang membutuhkan di Indonesia.
Bekerjasama dengan petani-petani di kedua desa tersebut, kami berusaha turut meningkatkan taraf hidup mereka melalui pembinaan karakter, pelatihan budidaya dan ketrampilan mengolah hasil panen, serta bantuan sarana pendukung untuk meningkatkan produktifitas penanaman jagung, yang merupakan salah satu makanan pokok di sana.
Program ini diikuti sekitar 40 KK (Kepala Keluarga) petani yang tergabung dalam kelompok tani di masing-masing desa. Setelah dukungan Institut Leimena untuk satu kali panen, para petani telah dapat meningkatkan frekuensi tanam dan hasil panen per tahunnya.
Ibadah akhir tahun 2012 b.jpg
Diberkati untuk Menjadi Berkat
Dalam ibadah rutin di kelompok tani pada tanggal 15 Desember 2012, belasan petani di desa Manusak (NTT) memberikan sumbangan Natal bagi 10 janda dan duda lansia yang membutuhkan.
Ketika program pemberdayaan dimulai tahun 2009, mereka rata-rata berpenghasilan maksimal Rp 50.000/Kepala Keluarga/bulan. Untuk kebutuhan sendiripun sulit. Atas inisiatif sendiri, kini mereka dengan antusias mengumpulkan dana untuk menolong yang susah. Terkumpul Rp. 1 juta!
Para petani ini masih terus mengolah lahannya dengan produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tanpa perlu diawasi staf kita. Kita bersyukur mereka berbagi berkat bagi sesamanya. Benih pengharapan yang ditanam tahun 2009 terus bertumbuh.
Selamat Tahun Baru 2013

Follow us on Facebook and Twitter
Institut Leimena
Menara Kadin 28th Floor, H.R. Rasuna Said Blk. X-5 Kav. 2-3, Jakarta 12950, Indonesia
Tel: +62 21 5288 0355/56 | Fax: +62 21 5288 0362 | Web: www.leimena.org

Sabtu, 06 Oktober 2012

NASIB JOKOWI & AHOK DI TANGAN POLDA METRO JAYA


KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Subdirektorat Keamanan Negara Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara kasus iklan dukungan Jokowi-Basuki yang dilakukan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, Jumat (5/10/2012) sore. Hasil gelar perkara akan menentukan apakah kasus ini akan dihentikan atau tidak.

"Sore ini gelar perkara dan masih berlangsung sampai sekarang. Nantinya akan ditentukan apakah kasus ini bisa dilanjutkan atau tidak," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya.

Dia menambahkan, sebelum melakukan gelar perkara, penyidik sudah memeriksa pelapor, yakni tim advokasi Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, empat orang pengurus APPSI, dan stasiun televisi yang menyiarkan iklan dukungan itu. Sementara pihak terlapor lain, yakni Jokowi, Basuki, dan Ketua Umum APPSI Prabowo Subianto masih belum diperiksa.

Diberitakan sebelumnya, Panwaslu DKI Jakarta menyatakan, iklan dukungan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) untuk pasangan calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama terbukti sebagai pelanggaran kampanye.

Panwaslu memutuskan telah terjadi pelanggaran kampanye di luar jadwal sesuai Pasal 116 Ayat 1 tentang Kampanye di Luar Jadwal dengan ancaman pidana penjara minimal 15 hari maksimal 3 bulan atau denda sebesar Rp 100.000 dan maksimal sebesar Rp 1 juta.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya dan ditangani oleh Subdirektorat Keamanan Negara Polda Metro Jaya. Tim Foke-Nara, sebagai pelapor kasus ini ke Panwaslu, menyebutkan bahwa iklan tersebut tidak gentle karena mendompleng APPSI.

Barang bukti yang diberikan oleh tim Foke-Nara adalah rekaman dalam bentuk DVD iklan di beberapa stasiun televisi swasta. Iklan berbau kampanye itu disiarkan oleh Trans7, MetroTV, TVOne, dan TransTV serentak pada 27 Agustus 2012.


COPAS KOMPAS 5 OKT. 2012

Jumat, 05 Oktober 2012

HARAPAN BARU UNTUK BANGSAKU


HARAPAN BARU DIMULAI DARI "JOKOWI & AHAOK". JAKARTA "INDONESIA" AKAN MENJADI CERMIN SEMUA BANGSA, karena perubahan yang akan mereka ciptakan...
maju truusss KARYA ANAK BANGS... GBU...