Jumat, 03 April 2015

Tujuh Perkataan Yesus dikayu Salib




Tujuh Perkataan Salib adalah tujuh ucapan yang diucapkan oleh Yesus ketika Yesus disalib, sebagaimana tertulis dalam keempat Injil.[1][2]
Ketujuh perkataan tersebut adalah:[3]
  1. Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. ”Luk 23:34
  2.  “Sesungguhnya, hari ini juga kamu akan bersama Aku di dalam Firdaus.Luk 23:43
  3.  “Ibu, inilah anakmu!Yoh 19:26-27
  4. Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?Mat 27:46 & Mark 15:34 
  5.  “Aku haus!Yoh 19:28
  6.  “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.Luk 23:46
  7.  “Sudah selesai.”Yoh 19:30
Biasanya, ketujuh perkataan ini dikategorikan sebagai: kalimat 1, 4, & 7 (pertama, tengah dan terakhir). Yesus berbicara kepada Bapa, kalimat 2. Yesus berbicara kepada penjahat, kalimat 3. Yesus berbicara kepada Maria, dan perkataan 5 dan 6 yang tidak secara spesifik ditujukan pada siapa pun[4]
Tidak ada Injil yang mencatat keseluruhan perkataan tersebut. Urutan di atas berasal dari harmonisasi keempat Injil. Di dalam Injil Matius dan Markus, Yesus mengucapkan perkataan dalam bahasa Aram (alih-alih Ibrani). Dalam Injil Lukas, dapat ditemukan dua ucapan pertama dan keenam Yesus, sementara ucapan ketiga, kelima, dan ketujuh hanya ditemukan dalam Injil Yohanes.
Alkitab menuliskan bahwa Yesus dipaku di atas kayu salib sekitar enam jam, dan bahkan lebih dari itu, dan ketujuh perkataan inilah yang dicatat oleh murid-murid Yesus. Masing-masing dari ucapan tersebut memiliki makna istimewa.[5] Sejak abad ke-16 ketujuh perkataan ini telah banyak dipakai untuk khotbah Jumat Agung, dan banyak buku yang telah ditulis untuk menganalisa ketujuh perkataan tersebut.[6][7][8]

Ketujuh Perkataan Salib merupakan contoh pendekatan tekstual dalam merekonstruksi harmoni Injil, yang berusaha menggabungkan materi-materi yang berbeda dari keempat Injil, untuk menghasilkan kesimpulan yang lebih dari masing-masing Injil tersebut.[9]

1. Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan

Kemudian Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Lalu para tentara melempar undi untuk membagi pakaian-Nya di antara mereka. Luke 23:34
Ucapan ini biasa diartikan sebagai doa Yesus memohonkan pengampunan bagi mereka yang menyalibkan Dia: para prajurit Romawi, dan semua yang terlibat dalam peristiwa penyaliban tersebut.[10][11][12][13]
Pdt. Stephen Tong menuliskan, "Inilah cinta di atas segala cinta, keajaiban di atas segala keajaiban. Inilah keagungan dan kehormatan, kesucian dan kemurnian di atas segala kebajikan yang pernah dinyatakan di dalam dunia ini."[8]

2. Sesungguhnya, hari ini juga kamu akan bersama Aku di dalam Firdaus

Lalu ia berkata kepada Yesus, “Ya Yesus, ingatlah aku ketika Engkau masuk ke dalam kerajaan-Mu.” Kemudian Yesus berkata kepadanya, “[Amin], hari ini juga kamu akan bersama Aku di dalam Firdaus.” Luke 23:42-43
Menurut Injil Matius dan Lukas, Yesus disalib di antara dua penjahat lain yang juga disalib. Matius (27:38,44) mencatat bahwa penjahat-penjahat tersebut juga mengejek Yesus bersama-sama dengan orang-orang yang menonton peristiwa penyaliban tersebut. Namun Lukas mencatat bahwa salah satu dari mereka kemudian berkata kepada yang lain bahwa Yesus tidak bersalah apa pun. Yesus menjawab "Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu (ἀμήν λέγω σοί, amēn legō soi), yang diikuti dengan kemunculan satu-satunya kata "Firdaus" di dalam Injil (παραδείσω, paradeisō, dari Persia pairidaeza "taman firdaus"). Bahkan, ketika Yesus di atas kayu salib pun, Ia masih mempedulikan orang-orang yang terhilang.[5]
Pdt. Tong menuliskan bahwa perubahan dalam diri salah seorang penjahat tersebut karena mendengar ucapan Yesus yang pertama, yang mengampuni orang-orang yang menyalibkan Yesus. "Sang perampok sudah menjalani suatu pengadilan yang adil yang datang dari Allah sendiri. ... Dia mengakui keadilan Allah dan tidak mengakui keadilan Pilatus. ... Dia tahu bahwa dirinya ... tidak memiliki pengharapan lagi, dan ... dia mendengar suara Yesus yang mengatakan, 'Ya Bapa, ampunilah mereka...', bukankah ini satu hal yang menyadarkannya?"
Perbedaan penafsiran tanda baca telah menjadi sumber perbedaan doktrin di antara kaum Kristen, karena di naskah aslinya tidak terdapat tanda baca. Kaum Protestan biasanya menggunakan versi "hari ini juga kamu akan bersama Aku di dalam Firdaus." Ini mengasumsikan bahwa pada hari itu juga penjahat itu akan pergi ke Surga, tanpa melalui purgatori (api penyucian).[14] Di pihak lain, kaum Katolik biasanya menggunakan versi "Aku berkata kepadamu hari ini, kamu akan..." yang hanya menunjukkan bahwa pernyataan tersebut dibuat pada hari itu, tetapi belum tentu penjahat tersebut akan berada di Surga pada hari itu juga.[15]

3. Ibu, inilah anakmu! 

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya berdiri di sana, Ia berkata kepada ibu-Nya, “[Wanita], inilah anakmu!” Lalu, Yesus berkata kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!” Kemudian, murid itu menerima ibu Yesus tinggal di rumahnya. John 19:26-27
Di sini, Yesus menyerahkan Maria, ibu Yesus, untuk dirawat oleh murid yang dikasihi Yesus (penafsir biasa menafsirkan murid tersebut adalah Rasul Yohanes, yang menuliskan Injil Yohanes).[1] Sejauh yang dicatat di dalam Alkitab, hanya murid itulah yang berada di lokasi penyaliban Yesus (namun di sana selain Maria ada beberapa perempuan-perempuan yang mengikuti sepanjang jalan salib). Perkataan tersebut menunjukkan sisi kemanusiaan Yesus dan kasih sayang kepada sang ibu.[5]

4. Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Mulai pukul dua belas siang sampai pukul tiga sore, kegelapan menutupi seluruh daerah itu. Kira-kira pukul tiga sore, Yesus berseru dengan suara keras, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Matthew 27:45-46
Pada pukul dua belas siang sampai pukul tiga sore, kegelapan menutupi seluruh daerah itu. Sekitar pukul tiga sore, Yesus berseru dengan suara yang keras, “Eloi, Eloi, lama sabakhtani,” yang artinya “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Mark 15:33-34
Perkataan keempat ini adalah satu-satunya yang dicatat di dua Injil, dan satu-satunya yang dicatat di dalam kisah penyaliban Yesus di Injil Matius dan Markus. Ini merupakan kutipan dari Mazmur 22:1 dari Raja Daud. Beberapa penafsir mempercayai bahwa bukan Kristus yang mengutip Daud, tetapi Daud yang digerakkan Roh Kudus untuk menuliskan nubuatan mengenai penderitaan dan sengsara yang akan dialami oleh Yesus tersebut
Kegelapan yang terjadi pada tengah hari tersebut bukanlah kegelapan biasa, bukan karena awan tebal, dan juga bukan karena gerhana matahari, karena gerhana tidak pernah berlangsung selama 3 jam, dan Paskah Yahudi dirayakan pada bulan purnama (gerhana tidak pernah terjadi pada waktu purnama). Selama sekitar tiga jam Yesus tidak mengucapkan kalimat yang lain; pada saat-saat kegelapan supranatural itulah Yesus mengucapkan kalimat keempatnya. Ini adalah kalimat yang paling sulit mengerti di antara yang lain. Martin Luther pernah memikirkan ayat ini selama berjam-jam dan akhirnya ia berdiri sambil memukul dadanya dan berkata, "Siapakah yang dapat mengerti bahwa Allah meninggalkan Allah?".[8]
Pdt. Stephen Tong dalam 7 Perkataan Salib: "Pada saat kelahiran-Nya, ada terang yang besar (bintang Betlehem) di tengah kegelapan (pada malam hari), tapi pada saat mati-Nya, ada kegelapan yang besar di tengah matahari yang bersinar terang (pada tengah hari) ... Kelahiran Kristus ajaib, kematian Kristus ajaib. Siapakah Yesus? Waktu lahir-Nya, Kristus membawa terang kepada dunia yang gelap, tetapi waktu mati-Nya, Kristus kegelapan dosa dunia menimpa sang terang dunia, tapi Yesus Kristus rela menerimanya." Ia mengakui bahwa manusia tidak akan mengerti seratus persen kalimat keempat ini, kecuali orang itu mempunyai pengalaman berada di neraka, tetapi ia melanjutkan bahwa orang yang masuk neraka tidak akan mengerti kalimat ini, karena orang yang masuk neraka adalah orang berdosa, sedangkan Yesus tidak berdosa.[8]

5. Aku haus!

Yesus tahu bahwa semuanya sudah selesai. Untuk menggenapi apa yang tertulis di dalam Kitab Suci, Ia berkata, “Aku haus!”John 19:28
Yesus mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak darah dan cairan tubuh. Ia belum makan atau minum sejak Perjamuan Terakhir pada malam sebelumnya, dan dalam kondisi yang sangat haus. Penulis Injil menuliskan bahwa ada orang yang menawari Yesus anggur asam. Yesus menolak minuman anggur bercampur empedu dan mur (Matius 27:34 dan Markus 15:23) yang ditawarkan untuk meringankan penderitaan-Nya. Tapi di sini, beberapa jam kemudian, kita melihat Yesus memenuhi nubuatan Mesianik dalam Mazmur 69:21. (cf. Mazmur 22:15).[16]

6. Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku

Lalu Yesus berseru dengan suara keras, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan [Roh]-Ku.” Sesudah mengatakan itu, Yesus menghembuskan napas-Nya yang terakhir. Luke 23:46
Pdt. Stephen Tong dalam bukunya menerangkan, "Istilah bahasa Yunani untuk kata "serahkan" adalah istilah yang dipakai khusus pada waktu seseorang menyerahkan uangnya kepada pemegang uang yang paling bisa diperacaya. Yesus Kristus tahu bahwa jiwa-Nya ada di dalam tangan Allah yang baik. Dia menyerahkan nyawa-Nya ke dalam tangan Bapa. Ini menjadi satu pengharapan bagi setiap orang. Yohanes Calvin berkata bahwa pada waktu Kristus menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa, sebenarnya pada waktu itu juga Kristus mengumpulkan roh kita masing-masing yang percaya kepada-Nya beserta dengan Dia untuk diserahkan kepada Bapa."

7. Sudah selesai

Setelah mencecap anggur asam itu, Yesus berkata, “Sudah [genap].” Kemudian, Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. John 19:30

Pastor Hamilton dalam 24 Hours menuliskan, "Perkataan terakhir ini adalah sebuah seruan kemenangan, bukan seruan keputusasaan. Yesus telah menyelesaikan tugas di dunia ini. Rencana Allah sudah digenapi; penyelamatan manusia telah dilakukan; kasih Allah telah dinyatakan. Ia telah menggantikan kita. Ia telah menunjukkan kerusakan manusia dan juga kasih Allah. Ia menyerahkan diri sendiri kepada Allah sebagai kurban penebus umat manusia. Setelah mengatakan kalimat terakhir ini, maka usai sudah. Dengan kata-kata ini, tokoh teragung yang pernah berjalan di muka bumi ini, Allah dalam rupa manusia, menghembuskan nafas terakhirnya."[5]:p.112

http://nenobaistimor.blogspot.com/2015/03/pertanyaan-siapa-para-penulis-kitab.html 

Kamis, 02 April 2015

Apa hubungan telur dengan PASKAH?

Telur Paskah berasal dari tradisi kesuburan kaum Indo-Eropa dimana telur merupakan simbol musim semi. Di masa silam, di Persia, orang biasa saling menghadiahkan telur pada saat perayaan musim semi, yang bagi mereka juga menandakan dimulainya tahun yang baru.[butuh rujukan]
Pada abad-abad pertama kekristenan, tradisi ini sulit dihapus karena hari Paskah memang kebetulan jatuh pada setiap awal musim semi. Perayaan musim semi selalu dirayakan dengan meriah mengiringi kegembiraan meninggalkan musim dingin. Tumbuh-tumbuhan dan bunga mulai tumbuh dan bermekaran, dan suasana keceriaan seperti ini menjadi saat yang tepat untuk membagi-bagikan hadiah.
Membagi-bagikan telur pada hari Paskah akhirnya diterima oleh gereja selain untuk merayakan datangnya musim semi, juga karena telur memberikan gambaran/simbol akan adanya kehidupan. Dalam Kristen, telur mendapatkan makna religius, yaitu sebagai simbol makam batu dimana Yesus keluar menyongsong hidup baru melalui kebangkitan-Nya. Selain itu ada alasan yang sangat praktis menjadikan telur sebagai tanda istimewa Paskah, yaitu karena dulu telur merupakan salah satu makanan pantang selama Masa Prapaskah. Umat Kristen sejak awal telah mewarnai telur-telur Paskah dengan warna-warna cerah, meminta berkat atasnya, menyantapnya, serta memberikannya kepada teman dan sahabat sebagai hadiah Paskah.
Tradisi telur Paskah berkembang di antara bangsa-bangsa Eropa Utara dan di Asia. Tetapi, di Eropa Selatan dan juga di Amerika Selatan, tradisi telur Paskah tidak pernah menjadi populer.

Tradisi

Pada abad pertengahan, menurut tradisi telur-telur dibagikan pada Hari Raya Paskah kepada semua pelayan. Terdapat catatan bahwa Raja Edward I dari Inggris (1307) memerintahkan agar 450 butir telur direbus menjelang Paskah, diberi warna atau dibungkus dengan daun keemasan, yang kemudian akan dibagi-bagikannya kepada seluruh anggota keluarga kerajaan pada Hari Raya Paskah.
Telur Paskah biasanya dibagikan kepada anak-anak sebagai hadiah Paskah bersama dengan hadiah-hadiah lain. Kebiasaan ini berakar kuat di Jerman di mana telur-telur disebut Dingeier (telur-telur yang dihutang). Sehingga berkembanglah berbagai macam pantun di PerancisJermanAustria dan Inggris, di mana anak-anak, bahkan hingga sekarang, menuntut telur-telur Paskah sebagai hadiah mereka.
Di beberapa daerah di Irlandia, anak-anak mengumpulkan telur-telur angsa dan bebek sepanjang Pekan Suci, untuk diberikan sebagai hadiah pada Minggu Paskah. Sebelumnya, pada Minggu Palma, mereka membuat sarang-sarang kecil dari batu, dan sepanjang Pekan Suci mereka mengumpulkan sebanyak mungkin telur, menyimpannya dalam sarang-sarang batu mereka yang tersembunyi. Pada Minggu Paskah, mereka memakan semuanya, membaginya dengan anak-anak lain yang masih terlalu kecil untuk mengumpulkan telur-telur mereka sendiri.
Orang-orang dewasa juga memberikan telur-telur sebagai hadiah di Irlandia. Jumlah telur yang akan dihadiahkan ditentukan menurut peribahasa kuno di kalangan rakyat Irlandia: Satu telur untuk pria sejati; dua telur untuk pria terhormat; tiga telur untuk yang miskin; empat telur untuk yang termiskin/pengemis.

Hiasan

Di kebanyakan negara, telur-telur diberi warna polos dengan pewarna dari tumbuh-tumbuhan. Di kalangan orang KasdimSuriahdan Yunani, umat saling menghadiahkan telur-telur berwarna merah demi menghormati darah Kristus. Di daerah-daerah di Jerman dan Austria, hanya telur-telur berwarna hijau saja yang dipergunakan pada Hari Kamis Putih, tetapi telur-telur yang berwarna-warni dipergunakan selama perayaan Paskah. Orang-orang Slavia membuat pola-pola istimewa dengan emas dan perak.
Di Jerman dan di beberapa negara Eropa tengah, telur-telur yang dipergunakan untuk memasak hidangan Paskah tidak dipecahkan, melainkan ditusuk dengan jarum di kedua ujungnya, lalu isinya dikeluarkan dengan meniupnya ke dalam mangkok. Kulit-kulit telur kosong diberikan kepada anak-anak untuk dipergunakan dalam berbagai macam permainan Paskah. Di beberapa daerah di Jerman, kulit-kulit telur kosong tersebut digantungkan pada semak-semak dan pohon sepanjang Pekan Paskah, mirip pohon Natal. Orang-orang Armenia menghiasi kulit telur kosong mereka dengan gambar-gambar Kristus yang BangkitBunda Maria, dan gambar-gambar religius lainnya, untuk diberikan kepada anak-anak sebagai hadiah Paskah.
Masa Paskah merupakan masa bermain-main dengan telur di seluruh daratan Eropa. Lomba telur tumbuk dengan berbagai macam variasinya banyak dilakukan di SuriahIrak, dan juga Iran. Di Norwegia, permainan itu disebut knekke (ketuk). Di Jerman, Austria dan Perancis, telur yang direbus keras digelindingkan di lapangan atau bukit dan saling diadu. telur yang tetap tak retak hingga akhir dinyatakan sebagai telur kemenangan. Permainan ini amat digemari di Amerika Serikat lewat pesta telur gelinding di lapanganGedung Putih di Washington.
Tradisi umum lainnya di antara anak-anak adalah perlombaan mencari telur, baik di dalam rumah maupun di kebun pada hari Minggu Paskah. Di Perancis, anak-anak mendengarkan dongeng bahwa telur-telur Paskah dijatuhkan dari lonceng-lonceng gereja dalam perjalanan mereka kembali dari Roma. Di Jerman dan Austria, keranjang-keranjang kecil berisi telur, kue-kue serta permen diletakkan di tempat-tempat tersembunyi, dan anak-anak percaya bahwa kelinci Paskah, yang juga begitu populer di negeri ini, telah meletakkan telur-telur itu beserta permennya.
Di Rusia dan Ukraina dan juga Polandia, orang memulai santapan Paskah mereka dengan penuh sukacita setelah masa puasa Prapaskah yang panjang dengan sebutir telur yang telah diberkati pada hari Minggu Paskah. Sebelum duduk makan, sang bapak akan dengan hati-hati membagikan sepotong bagian kecil dari telur Paskah kepada setiap anggota keluarga dan para tamu, sembari mengucapkan selamat berbahagia di hari yang kudus ini. Sebelum mereka memakan telur bagian mereka dalam keheningan, mereka tidak akan duduk untuk menyantap jamuan Paskah mereka.

Serba-serbi

Telur paskah yang termahal di dunia adalah hasil kreasi dari seorang seniman asal Perancis Peter Carl Fabergé (1846 - 1920) harga per telurnya tidak ada yang di bawah sepuluh juta dollar AS. Pada perayaan Paskah 1884, Faberge membuatkan telur hias dari emas dengan dibubuhi intan dan berlian untuk Tsar Alexander III. Telur hias itu dibuat sebagai hadiah bagi permaisuri Tsar. Faberge membuat telur hias kurang lebih sebanyak 54 butir. Sekarang, delapan butir di antaranya raib. Sisanya dikoleksi oleh orang-orang terkaya di dunia, termasuk Ratu Inggris dan anggota Kerajaan Monako

http://nenobaistimor.blogspot.com/2015/04/tujuh-perkataan-yesus-dikayu-salib.html 

Rabu, 01 April 2015

Rina Aditya Sartika Curhat kepada Koleganya di DPRD

JAKARTA, KOMPAS.com - Putri Alex Usman, Rina Aditya Sartika, sempat dikabarkan menghilang sejak mencuatnya kasusuninterruptible power supply (UPS) yang menimpa ayahnya. Ketika wartawan mengunjungi kantornya beberapa kali, Rina yang berada di Fraksi Partai Gerindra selalu tidak ada di ruangan.

Teman satu fraksi, yaitu Mohamad Taufik dan Prabowo Soenirman, mengatakan bahwa Rina memang sedang umrah beberapa waktu lalu. Akan tetapi, Rina kini sudah kembali ke Indonesia dan beberapa kali sempat "ngantor".

"Kemarin hari Jumat ngobrol sama saya di sini sampai sore kok. Dia curhatlah," ujar Prabowo di gedung DPRD DKI, Selasa (31/3/2015).

Prabowo mengatakan, ketika dia bertemu dengan Rina, Rina menceritakan banyak hal kepada Prabowo. Beberapa di antaranya, Rina mengaku belum siap menjumpai wartawan atas kasus yang menimpa ayahnya atau yang dituduhkan kepada dia.

Prabowo mengatakan, Rina merasa tertekan dengan berita tentang dia selama ini. Dia takut keadaan semakin buruk jika dia bertemu media.

Secara tersirat, Prabowo juga mengatakan Rina tidak lagi bisa dihubungi setelah kasus UPS itu. Kemungkinan, nomor telepon Rina telah diganti. Bahkan Prabowo mengaku tidak memiliki nomor telepon Rina yang baru.

Sikap Rina ini dianggap wajar oleh Prabowo. Pasalnya, Rina adalah anggota dewan perempuan yang tidak akan sekuat anggota laki-laki jika ditekan.

"Dia merasa tersudutkan. Biasalah, namanya juga wanita. Dia itu baru pulang umrah hari Kamis. Sepertinya ganti nomor juga. Capek ditelponin teman. Dia butuh privacy juga. Biasalah, kalau saya yang dihantem, biasa aja. Namanya cowok, saya sih ketawa-ketawa aja. Kalau Bu Rina mungkin tidak bisa seperti itu," ujar Prabowo.

Rina diduga terlibat masalah pengadaan buku yang telah diterbitkan dan pengadaannya menggunakan pos anggaran Dinas Pendidikan di APBD DKI 2014. Buku tersebut adalah "Dari Kampoeng Hingga Metropolitan", "Batavia Era Kolonial Hingga Jokowi", "Jakarta Dulu Rawa Sekarang Pencakar Langit", "Dari Delman Menuju MRT", "Perempuan Betawi Menyusui", dan "Urban Batavia Urban Jakarta".

Berdasarkan dokumen APBD 2014, anggaran pengadaan buku itu terbilang fantastis. Buku "Dari Delman Menuju MRT" dianggarkan untuk siswa SD, SMP, SMA, dan SMK. Untuk siswa SD, anggarannya Rp 830 juta; alokasi untuk SMP senilai Rp 600 juta; untuk siswa SMA sebesar Rp 500 juta; dan untuk siswa SMK sebesar Rp 500 juta. Sementara anggaran buku Urban Batavia Urban Jakarta senilai Rp 500 juta.

Buku "Jakarta Dulu Rawa Sekarang Pencakar Langit" untuk siswa SMA dan SMK sebesar Rp 500 juta serta buku Batavia Era Kolonial Hingga Jokowi senilai Rp 500 juta. Prabowo mengatakan, Rina juga membicarakan hal itu dengan Prabowo. Berdasarkan cerita Rina, Prabowo mengatakan bahwa itu adalah proses biasa.

"Itu kan proses biasa kalau ada yang salah silakan diusut. Dia kan pengusaha, dia menulis buku, kebetulan aja dia jual ke Pemprov. Kalau memang ada yang salah, ya tolong KPK telisik saja kesalahannya," ujar Prabowo.

Prabowo pun menegaskan kasus yang menimpa Rina tidak ada hubungannya dengan ayahnya yaitu Alex Usman. Untuk diketahui, Alex Usman resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi uninterruptible power supply (UPS) di sekolah-sekolah oleh Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Terkait dengan status tersangka ayahnya, Prabowo mengatakan bahwa Rina merasa shock.

"Enggak ada hubungan dengan jabatan orangtuanya. Soal ayahnya dijadikan tersangka, namanya keluarga, dia pasti shock," ujar Prabowo.

Prabowo pun mengatakan dia memberi saran kepada Rina. Menurut Prabowo, Rina tidak dapat selamanya menghindar seperti ini. Rina harus terbuka dengan awak media agar segala sesuatu menjadi jelas. Prabowo pun berjanji akan mengenalkan Rina kepada wartawan saat sidang paripurna angket kelak.

"Saya sudah bilang, 'kamu harus berani temui wartawan', nanti saat paripurna dia datang, nanti saya pertemukan dia dengan kalian (wartawan)," ujar Prabowo.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Jessi Carina
Editor: Ana Shofiana Syatiri

Selasa, 31 Maret 2015

Siapa penulis kitab-kitab dalam Alkitab?

Pada akhirnya, melampaui manusia sebagai penulis, Alkitab ditulis oleh Allah. 
2 Timotius 3:16 "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."
memberitahukan bahwa Alkitab “dinafaskan” oleh Allah. Allah mengawasi para manusia yang menulis kitab-kitab Alkitab sehingga sekalipun mereka menulis dengan gaya tulisan dan kepribadian mereka masing-masing, mereka tetap mencatat secara persis apa yang Allah ingin mereka katakan. Alkitab tidak didikte oleh Allah, namun dituntun dan secara keseluruhan diilhamkan oleh Allah.

Secara manusiawi, Alkitab ditulis oleh kurang lebih 40 orang dengan latar belakang yang berbeda-beda dalam kurun waktu 1500 tahun. Yesaya adalah seorang nabi, Ezra adalah seorang imam, Matius adalah pemungut cukai, Yohanes adalah seorang nelayan, Paulus adalah pembuat kemah, Musa adalah seorang gembala. Sekalipun merupakan tulisan dari para penulis yang berbeda dalam 15 abad, Alkitab tidak bertentangan satu dengan yang lain dan tidak mengandung kesalahan apapun. Para penulis menyajikan perspektif yang berbeda, namun semuanya memproklamirkan Allah yang esa dan sejati yang sama, dan jalan keselamatan yang sama – Yesus Kristus (Yohanes 14:6; Kisah Rasul 4:12). Tidak banyak kitab-kitab Alkitab yang secara spesifik menyebutkan nama penulisnya. Berikut ini adalah nama-nama kitab sekaligus dengan nama orang yang secara umum dianggap oleh para sarjana Alkitab sebagai penulis kitab tsb. dan perkiraan tahun penulisan.

PERJANJIAN LAMA:


Kejadian, Keluaran, imamat, Bilangan, Ulangan = Musa – 1400 S.M.
Yosua = Yosua – 1350 S.M.
Hakim-Hakim, Rut, 1 Samuel, 2 Samuel = Samuel/Natan/gad – 1000-900 S.M.
1 Raja-Raja, 2 Raja-Raja = Yeremia – 600 S.M.
1 Tawarikh, 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia = Ezra – 450 S.M.
Ester = Mordekhai – 400 S.M.
Ayub = Musa – 1400 S.M.
Mazmur = beberapa penulis yang berbeda, kebanyakan oleh Daud, Musa, Bani korah, Asaf, Salomo, Etan, Heman – 1000 – 400 S.M.
Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung = Salomo – 900 S.M.
Yesaya = Yesaya – 700 S.M.
Yeremia, Ratapan = Yeremia – 600 S.M.
Yehezkiel = Yehezkiel – 550 S.M.
Daniel = Daniel – 550 S.M.
Hosea = Hosea – 750 S.M.
Yoel = Yoel – 850 S.M.
Amos = Amos – 750 S.M.
Obaja = Obaja – 600 S.M.
Yunus = Yunus – 700 S.M.
Mikha = Mikha – 700 S.M.
Habakuk = Habakuk – 600 S.M.
Zefanya = Zefanya – 650 S.M.
Hagai = Hagai – 520 S.M.
Zakharia = Zakharia – 500 S.M.
Maleakhi = Maleakhi – 430 S.M.


PERJANJIAN BARU:

Matius = Matius - 55 A.D.
Markus = Yohanes Markus – 50 A.D.
Lukas = Lukas – 60 A.D.
Yohanes = Yohanes 90 A.D.
Kisah Rasul = Lukas – 65 A.D.
Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, 1 Timotius, 2 Timotius, Titus, Filemon = Paulus – 50-70 A.D.
Ibrani = tidak diketahui, diduga Paulus, Lukas, Barnabas, atau Apolos – 65 A.D.
Yakobus = Yakobus – 45 A.D.
1 Petrus, 2 Petrus = Petrus – 60 A.D.
1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes = Yohanes – 90 A.D.
Yudas = Yudas – 60 A.D.
Wahyu = Yohanes – 90 A.D.